{"id":60964,"date":"2023-12-01T09:27:54","date_gmt":"2023-12-01T00:27:54","guid":{"rendered":"https:\/\/monolith.law\/id\/?p=60964"},"modified":"2025-12-03T17:48:39","modified_gmt":"2025-12-03T08:48:39","slug":"contract-and-timeandmaterialcontract","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/monolith.law\/id\/it\/contract-and-timeandmaterialcontract","title":{"rendered":"Perbedaan dan Distingsi antara Kontrak Pengadaan dan Kontrak Kuasa Wali dalam Pengembangan Sistem"},"content":{"rendered":"\n<p>Dalam penerimaan dan penyerahan pengembangan sistem, berbagai jenis kontrak dengan judul yang berbeda-beda seperti Kontrak Perjanjian, Kontrak Kerja, dan Kontrak Pengembangan Sistem, telah disepakati.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam hukum, kontrak di mana satu pihak bertanggung jawab atas layanan (seperti pengembangan sistem) dan pihak lain membayar imbalan untuk itu, dibedakan menjadi Kontrak Pengadaan dan Kontrak Kuasi-Mandat.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan kata lain,<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Kontrak Pengadaan: Kontrak yang memungkinkan Anda mendapatkan imbalan jika Anda memberikan apa yang telah dijanjikan<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<ul>\n<li>Kontrak Kuasi-Mandat: Kontrak yang memungkinkan Anda mendapatkan imbalan dan melakukan upaya terbaik sesuai dengan imbalan tersebut<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Itulah penjelasannya.<\/p>\n\n\n\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_53 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/monolith.law\/id\/it\/contract-and-timeandmaterialcontract\/#Apakah_Pengembangan_Sistem_merupakan_Kontrak_atau_Kuasi-Kontrak\" title=\"Apakah Pengembangan Sistem merupakan Kontrak atau Kuasi-Kontrak?\">Apakah Pengembangan Sistem merupakan Kontrak atau Kuasi-Kontrak?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/monolith.law\/id\/it\/contract-and-timeandmaterialcontract\/#Perbedaan_Antara_Kontrak_Pengadaan_dan_Kontrak_Kuasa_Khusus_dalam_Hukum_Sipil_Jepang\" title=\"Perbedaan Antara Kontrak Pengadaan dan Kontrak Kuasa Khusus dalam Hukum Sipil Jepang\">Perbedaan Antara Kontrak Pengadaan dan Kontrak Kuasa Khusus dalam Hukum Sipil Jepang<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3'><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/monolith.law\/id\/it\/contract-and-timeandmaterialcontract\/#Penerimaan_Upah_Kontrak_Pembatalan_Tanggung_Jawab_Jaminan_Cacat_Subkontrak_dan_Perjanjian_Khusus\" title=\"Penerimaan Upah Kontrak, Pembatalan, Tanggung Jawab Jaminan Cacat, Subkontrak dan Perjanjian Khusus\">Penerimaan Upah Kontrak, Pembatalan, Tanggung Jawab Jaminan Cacat, Subkontrak dan Perjanjian Khusus<\/a><ul class='ez-toc-list-level-4'><li class='ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/monolith.law\/id\/it\/contract-and-timeandmaterialcontract\/#Penerimaan_Upah\" title=\"Penerimaan Upah\">Penerimaan Upah<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/monolith.law\/id\/it\/contract-and-timeandmaterialcontract\/#Pembatalan\" title=\"Pembatalan\">Pembatalan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/monolith.law\/id\/it\/contract-and-timeandmaterialcontract\/#Tanggung_Jawab_Jaminan_Cacat\" title=\"Tanggung Jawab Jaminan Cacat\">Tanggung Jawab Jaminan Cacat<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/monolith.law\/id\/it\/contract-and-timeandmaterialcontract\/#Subkontrak\" title=\"Subkontrak\">Subkontrak<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/monolith.law\/id\/it\/contract-and-timeandmaterialcontract\/#Penerimaan_Upah_Pemutusan_Tanggung_Jawab_Jaminan_Cacat_Subkontrak_dan_Perjanjian_Khusus_dalam_Kontrak_Kuasi-Agen\" title=\"Penerimaan Upah, Pemutusan, Tanggung Jawab Jaminan Cacat, Subkontrak, dan Perjanjian Khusus dalam Kontrak Kuasi-Agen \">Penerimaan Upah, Pemutusan, Tanggung Jawab Jaminan Cacat, Subkontrak, dan Perjanjian Khusus dalam Kontrak Kuasi-Agen <\/a><ul class='ez-toc-list-level-4'><li class='ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/monolith.law\/id\/it\/contract-and-timeandmaterialcontract\/#Penerimaan_Upah-2\" title=\"Penerimaan Upah\">Penerimaan Upah<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/monolith.law\/id\/it\/contract-and-timeandmaterialcontract\/#Pemutusan\" title=\"Pemutusan\">Pemutusan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/monolith.law\/id\/it\/contract-and-timeandmaterialcontract\/#Tanggung_Jawab_Jaminan_Cacat-2\" title=\"Tanggung Jawab Jaminan Cacat\">Tanggung Jawab Jaminan Cacat<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-12\" href=\"https:\/\/monolith.law\/id\/it\/contract-and-timeandmaterialcontract\/#Subkontrak-2\" title=\"Subkontrak\">Subkontrak<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-13\" href=\"https:\/\/monolith.law\/id\/it\/contract-and-timeandmaterialcontract\/#Ada_juga_kewajiban_yang_harus_dipenuhi_oleh_pengguna_sebagai_pihak_yang_memberikan_pesanan\" title=\"Ada juga kewajiban yang harus dipenuhi oleh pengguna sebagai pihak yang memberikan pesanan\">Ada juga kewajiban yang harus dipenuhi oleh pengguna sebagai pihak yang memberikan pesanan<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-14\" href=\"https:\/\/monolith.law\/id\/it\/contract-and-timeandmaterialcontract\/#Memilih_antara_Kontrak_Pengadaan_atau_Kontrak_Kuasa_Khusus\" title=\"Memilih antara Kontrak Pengadaan atau Kontrak Kuasa Khusus \">Memilih antara Kontrak Pengadaan atau Kontrak Kuasa Khusus <\/a><ul class='ez-toc-list-level-3'><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-15\" href=\"https:\/\/monolith.law\/id\/it\/contract-and-timeandmaterialcontract\/#Keuntungan_dan_Kerugian_bagi_Perusahaan_PengembangVendor\" title=\"Keuntungan dan Kerugian bagi Perusahaan Pengembang\/Vendor \">Keuntungan dan Kerugian bagi Perusahaan Pengembang\/Vendor <\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-16\" href=\"https:\/\/monolith.law\/id\/it\/contract-and-timeandmaterialcontract\/#Keuntungan_dan_Kerugian_bagi_Pemberi_TugasPengguna\" title=\"Keuntungan dan Kerugian bagi Pemberi Tugas\/Pengguna\">Keuntungan dan Kerugian bagi Pemberi Tugas\/Pengguna<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-17\" href=\"https:\/\/monolith.law\/id\/it\/contract-and-timeandmaterialcontract\/#Contoh_Kasus_Pengadilan\" title=\"Contoh Kasus Pengadilan\">Contoh Kasus Pengadilan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-18\" href=\"https:\/\/monolith.law\/id\/it\/contract-and-timeandmaterialcontract\/#Apakah_Harus_Menandatangani_Kontrak_Pengadaan_atau_Kontrak_Kuasa_Khusus\" title=\"Apakah Harus Menandatangani Kontrak Pengadaan atau Kontrak Kuasa Khusus?\">Apakah Harus Menandatangani Kontrak Pengadaan atau Kontrak Kuasa Khusus?<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-19\" href=\"https:\/\/monolith.law\/id\/it\/contract-and-timeandmaterialcontract\/#Kriteria_Penentuan_Antara_Kontrak_Pengadaan_atau_Kontrak_Kuasa\" title=\"Kriteria Penentuan Antara Kontrak Pengadaan atau Kontrak Kuasa\">Kriteria Penentuan Antara Kontrak Pengadaan atau Kontrak Kuasa<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3'><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-20\" href=\"https:\/\/monolith.law\/id\/it\/contract-and-timeandmaterialcontract\/#Apa_itu_Penentuan_Sifat_Kontrak\" title=\"Apa itu Penentuan Sifat Kontrak\">Apa itu Penentuan Sifat Kontrak<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-21\" href=\"https:\/\/monolith.law\/id\/it\/contract-and-timeandmaterialcontract\/#Sifat_Kontrak_Ditentukan_dengan_Memperhatikan_Berbagai_Elemen\" title=\"Sifat Kontrak Ditentukan dengan Memperhatikan Berbagai Elemen\">Sifat Kontrak Ditentukan dengan Memperhatikan Berbagai Elemen<\/a><ul class='ez-toc-list-level-4'><li class='ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-22\" href=\"https:\/\/monolith.law\/id\/it\/contract-and-timeandmaterialcontract\/#Prestasi_Perusahaan_Pengembang\" title=\"Prestasi Perusahaan Pengembang\">Prestasi Perusahaan Pengembang<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-23\" href=\"https:\/\/monolith.law\/id\/it\/contract-and-timeandmaterialcontract\/#Apakah_Tujuan_dalam_Jadwal_Kerja_adalah_%E2%80%9CSelesai%E2%80%9D\" title=\"Apakah Tujuan dalam Jadwal Kerja adalah &#8220;Selesai&#8221;\">Apakah Tujuan dalam Jadwal Kerja adalah &#8220;Selesai&#8221;<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-24\" href=\"https:\/\/monolith.law\/id\/it\/contract-and-timeandmaterialcontract\/#Kejelasan_Konten_Hasil_dalam_Isi_Kontrak_Penulisan_Kontrak\" title=\"Kejelasan Konten Hasil dalam Isi Kontrak \/ Penulisan Kontrak\">Kejelasan Konten Hasil dalam Isi Kontrak \/ Penulisan Kontrak<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-25\" href=\"https:\/\/monolith.law\/id\/it\/contract-and-timeandmaterialcontract\/#Apakah_Pembayaran_Berdasarkan_Sistem_Satuan\" title=\"Apakah Pembayaran Berdasarkan Sistem Satuan\">Apakah Pembayaran Berdasarkan Sistem Satuan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-26\" href=\"https:\/\/monolith.law\/id\/it\/contract-and-timeandmaterialcontract\/#Apakah_Pembayaran_Dilakukan_Setelah_Selesai\" title=\"Apakah Pembayaran Dilakukan Setelah Selesai\">Apakah Pembayaran Dilakukan Setelah Selesai<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-27\" href=\"https:\/\/monolith.law\/id\/it\/contract-and-timeandmaterialcontract\/#Adanya_Klausul_Penerimaan_Tanggung_Jawab_Jaminan_Cacat_dan_Jaminan\" title=\"Adanya Klausul Penerimaan, Tanggung Jawab Jaminan Cacat, dan Jaminan\">Adanya Klausul Penerimaan, Tanggung Jawab Jaminan Cacat, dan Jaminan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-28\" href=\"https:\/\/monolith.law\/id\/it\/contract-and-timeandmaterialcontract\/#Adanya_Kata-kata_%E2%80%9CPengadaan%E2%80%9D_atau_%E2%80%9CKuasa%E2%80%9D\" title=\"Adanya Kata-kata &#8220;Pengadaan&#8221; atau &#8220;Kuasa&#8221;\">Adanya Kata-kata &#8220;Pengadaan&#8221; atau &#8220;Kuasa&#8221;<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-29\" href=\"https:\/\/monolith.law\/id\/it\/contract-and-timeandmaterialcontract\/#Ringkasan\" title=\"Ringkasan\">Ringkasan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apakah_Pengembangan_Sistem_merupakan_Kontrak_atau_Kuasi-Kontrak\"><\/span>Apakah Pengembangan Sistem merupakan Kontrak atau Kuasi-Kontrak?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Tujuan dari pengembangan sistem adalah untuk menciptakan &#8216;sesuatu yang dijanjikan&#8217; dalam bentuk sistem. Meskipun berdasarkan perbedaan yang telah disebutkan sebelumnya, ini mungkin dianggap sebagai kontrak, namun tidak semudah itu. Pengembangan sistem sedikit berbeda dari kontrak biasa yang diantisipasi oleh hukum.<\/p>\n\n\n\n<p>Kontrak biasa, misalnya, adalah seperti jas pesanan khusus. Dalam hal jas, setelah ukuran dan lainnya ditentukan, mudah bagi kedua belah pihak untuk membayangkan produk jadi, dan juga mudah untuk menilai apakah produk yang telah selesai sesuai dengan pesanan. Sebaliknya, dalam pengembangan sistem, biasanya tidak ada dokumen yang dengan mudah menjelaskan gambaran keseluruhan sistem, dan bisa dikatakan sulit bagi pemesan untuk memahami gambaran keseluruhan. Selain itu, sistem yang dikembangkan memiliki karakteristik khusus yang secara bertahap menjadi konkret melalui proses yang berbeda dalam sifatnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa seringkali menjadi masalah untuk membedakan apakah sifat kontrak pada tahap tertentu dalam pengembangan sistem, terutama pada tahap awal, adalah &#8216;kontrak&#8217; yang menjanjikan penyelesaian pekerjaan, atau &#8216;kuasi-kontrak&#8217; yang berusaha sebaik mungkin. Dan tergantung pada perbedaan ini, jika pekerjaan tidak selesai, kompensasi yang diterima oleh perusahaan pengembangan sistem bisa menjadi nol, dan ini bisa berarti bahwa salah satu pihak dipaksa untuk menanggung beban finansial yang berlebihan dan besar, jadi penting untuk membedakan jenis kontrak mana yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu, saya akan menjelaskan perbedaan antara kontrak dan kuasi-kontrak, kontrak mana yang harus disepakati, dan kriteria untuk membedakan antara keduanya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Perbedaan_Antara_Kontrak_Pengadaan_dan_Kontrak_Kuasa_Khusus_dalam_Hukum_Sipil_Jepang\"><\/span>Perbedaan Antara Kontrak Pengadaan dan Kontrak Kuasa Khusus dalam Hukum Sipil Jepang<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Pertama-tama, kami akan menjelaskan perbedaan antara ketentuan kontrak pengadaan dan kontrak kuasa khusus dalam Hukum Sipil Jepang, serta bagaimana mereka ditangani jika ada perjanjian khusus.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Penerimaan_Upah_Kontrak_Pembatalan_Tanggung_Jawab_Jaminan_Cacat_Subkontrak_dan_Perjanjian_Khusus\"><\/span>Penerimaan Upah Kontrak, Pembatalan, Tanggung Jawab Jaminan Cacat, Subkontrak dan Perjanjian Khusus<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Kontrak adalah perjanjian di mana satu pihak (kontraktor\/vendor) berjanji untuk menyelesaikan suatu pekerjaan, dan pihak lain (pemesan\/pengguna) berjanji untuk memberikan upah (biaya kontrak) untuk hasil pekerjaan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Penyelesaian pekerjaan&#8221; dapat mencakup pembuatan hasil kerja yang telah disepakati oleh kedua belah pihak, seperti &#8220;rencana kerja&#8221;, &#8220;dokumen definisi persyaratan&#8221;, &#8220;dokumen desain dasar&#8221;, &#8220;program&#8221;, &#8220;sistem&#8221;, dan lainnya.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Penerimaan_Upah\"><\/span>Penerimaan Upah<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n\n\n\n<p>Jika pekerjaan tidak selesai, kontraktor\/vendor tidak dapat menerima upah. Jika Anda ingin dibayar sebelum pekerjaan selesai, Anda perlu membuat perjanjian khusus untuk pembayaran di muka. Dalam proyek pengembangan sistem berbasis kontrak, &#8220;penyelesaian pekerjaan&#8221; adalah konsep yang sangat penting. Kami menjelaskannya secara detail dalam artikel berikut.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-wp-embed is-provider-\u30b3\u30fc\u30dd\u30ec\u30fc\u30c8\u30b5\u30a4\u30c8\uff08\u30a4\u30f3\u30c9\u30cd\u30b7\u30a2\u8a9e\uff09 wp-block-embed-\u30b3\u30fc\u30dd\u30ec\u30fc\u30c8\u30b5\u30a4\u30c8\uff08\u30a4\u30f3\u30c9\u30cd\u30b7\u30a2\u8a9e\uff09\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"ySENUeCjCM\"><a href=\"https:\/\/monolith.law\/id\/it\/completion-of-work-in-system-development\">Apa itu Penyelesaian Pekerjaan dalam Kontrak Pengadaan dalam Pengembangan Sistem<\/a><\/blockquote><iframe class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; clip: rect(1px, 1px, 1px, 1px);\" title=\"&#8220;Apa itu Penyelesaian Pekerjaan dalam Kontrak Pengadaan dalam Pengembangan Sistem&#8221; &#8212; \u30b3\u30fc\u30dd\u30ec\u30fc\u30c8\u30b5\u30a4\u30c8\uff08\u30a4\u30f3\u30c9\u30cd\u30b7\u30a2\u8a9e\uff09\" src=\"https:\/\/monolith.law\/id\/it\/completion-of-work-in-system-development\/embed#?secret=ZTKOdoJeQy#?secret=ySENUeCjCM\" data-secret=\"ySENUeCjCM\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<p>Di sini, &#8220;penyelesaian pekerjaan&#8221; biasanya diakui setelah &#8220;pemeriksaan&#8221; dalam kasus pengembangan sistem.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-wp-embed is-provider-\u30b3\u30fc\u30dd\u30ec\u30fc\u30c8\u30b5\u30a4\u30c8\uff08\u30a4\u30f3\u30c9\u30cd\u30b7\u30a2\u8a9e\uff09 wp-block-embed-\u30b3\u30fc\u30dd\u30ec\u30fc\u30c8\u30b5\u30a4\u30c8\uff08\u30a4\u30f3\u30c9\u30cd\u30b7\u30a2\u8a9e\uff09\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"VSefaY3m7U\"><a href=\"https:\/\/monolith.law\/id\/it\/estimated-inspection-of-system-development\">Apa itu Penerimaan Pengembangan Sistem dan Aplikasi Klausul Penerimaan yang Dianggap?<\/a><\/blockquote><iframe class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; clip: rect(1px, 1px, 1px, 1px);\" title=\"&#8220;Apa itu Penerimaan Pengembangan Sistem dan Aplikasi Klausul Penerimaan yang Dianggap?&#8221; &#8212; \u30b3\u30fc\u30dd\u30ec\u30fc\u30c8\u30b5\u30a4\u30c8\uff08\u30a4\u30f3\u30c9\u30cd\u30b7\u30a2\u8a9e\uff09\" src=\"https:\/\/monolith.law\/id\/it\/estimated-inspection-of-system-development\/embed#?secret=aj4QJatmhv#?secret=VSefaY3m7U\" data-secret=\"VSefaY3m7U\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<p>Meskipun telah membuat perjanjian khusus, jika pekerjaan tidak selesai karena proyek dihentikan atau alasan lain, kontraktor\/vendor harus mengembalikan upah yang telah diterima kepada pemesan\/pengguna sebagai keuntungan tanpa alasan yang sah. Ini adalah perbedaan utama dengan kontrak kuasa.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pembatalan\"><\/span>Pembatalan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n\n\n\n<p>Jika tidak ada pelanggaran kewajiban (pelanggaran janji) dari kedua belah pihak, pemesan\/pengguna dapat membatalkan kontrak dengan membayar ganti rugi selama pekerjaan belum selesai. &#8220;Kerugian&#8221; dalam hal ini adalah jumlah biaya yang telah dikeluarkan oleh kontraktor\/vendor dan upah yang seharusnya diterima, dikurangi biaya yang dapat dihemat karena dibebaskan dari kewajiban untuk menyelesaikan pekerjaan. Di sisi lain, kontraktor\/vendor tidak dapat membatalkan kontrak.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika Anda membuat perjanjian khusus yang menyatakan bahwa Anda tidak dapat membatalkan kecuali ada pelanggaran kewajiban dari pihak lain, kontraktor\/vendor tidak akan menghadapi risiko pembatalan sewaktu-waktu meskipun tidak ada pelanggaran kontrak, seperti yang dijelaskan di atas.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tanggung_Jawab_Jaminan_Cacat\"><\/span>Tanggung Jawab Jaminan Cacat<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n\n\n\n<p>Jika ada cacat pada objek pekerjaan, pemesan dapat meminta perbaikan cacat, klaim ganti rugi, dan membatalkan kontrak jika tujuan kontrak tidak dapat dicapai.<\/p>\n\n\n\n<p>Cacat berarti kekurangan atau kegagalan, dan diakui jika kualitas atau kinerja yang seharusnya dimiliki oleh objek tidak ada sesuai dengan tujuan kontrak. Jika sistem tidak memenuhi spesifikasi atau kinerja yang dijanjikan setelah pekerjaan selesai hingga tahap akhir yang direncanakan dalam kontrak, ini dianggap sebagai &#8220;cacat&#8221;.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam kasus hukum, bug yang berkaitan dengan kebocoran informasi pribadi dalam pembangunan sistem universitas tidak dianggap sebagai cacat, tetapi kurangnya kontrol eksklusif yang sangat penting dalam sistem tersebut diakui sebagai &#8220;cacat&#8221;. Anda dapat membuat perjanjian khusus untuk tidak menanggung tanggung jawab jaminan cacat, atau untuk mempersingkat periode tanggung jawab jaminan.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk informasi lebih lanjut tentang tanggung jawab jaminan cacat, silakan lihat artikel berikut.<\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/monolith.law\/corporate\/defect-warranty-liability\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">https:\/\/monolith.law\/corporate\/defect-warranty-liability[ja]<\/a><\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Subkontrak\"><\/span>Subkontrak<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n\n\n\n<p>Kontraktor\/vendor bebas untuk melakukan subkontrak. Jika Anda membuat perjanjian khusus yang melarang subkontrak, Anda tidak dapat melakukan subkontrak.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Penerimaan_Upah_Pemutusan_Tanggung_Jawab_Jaminan_Cacat_Subkontrak_dan_Perjanjian_Khusus_dalam_Kontrak_Kuasi-Agen\"><\/span>Penerimaan Upah, Pemutusan, Tanggung Jawab Jaminan Cacat, Subkontrak, dan Perjanjian Khusus dalam Kontrak Kuasi-Agen <span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Kontrak kuasi-agen adalah kontrak di mana seseorang (agen\/pemasok) melakukan pengolahan administrasi atas perintah orang lain (pemberi mandat\/pengguna). Dalam hal ini, agen memiliki kewajiban untuk menunjukkan kemampuannya dan menjalankan tugasnya secara rasional, sesuai dengan kewajiban seorang administrator yang baik. Intinya adalah &#8220;memberikan yang terbaik&#8221;.<\/p>\n\n\n\n<p>Contoh klasik adalah tindakan medis, di mana mereka tidak bertanggung jawab atas hasil penyembuhan, tetapi mereka berjanji untuk memberikan layanan di atas standar dalam proses pengobatan.<\/p>\n\n\n\n<p>Perbedaan besar dengan kontrak kerja adalah bahwa mereka tidak perlu bertanggung jawab atas hasil pekerjaan.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Penerimaan_Upah-2\"><\/span>Penerimaan Upah<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n\n\n\n<p>Berbeda dengan kontrak kerja, bahkan jika pekerjaan belum selesai, selama pengolahan administrasi dilakukan dengan benar, agen\/pemasok dapat menerima upah. Juga, jika mandat berakhir di tengah pelaksanaan karena alasan yang tidak dapat diatribusikan kepada agen, agen dapat meminta upah sesuai dengan proporsi pelaksanaan yang telah dilakukan.<\/p>\n\n\n\n<p>Perlu dicatat, dalam amandemen Undang-Undang Kredit yang diumumkan pada tahun 2017 (diberlakukan pada April 2020), bahkan dalam kasus kuasi-agen, upah dapat dibayar untuk hasil yang dicapai, dan dalam hal ini, upah dapat diminta setelah hasil selesai, sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Apakah mungkin untuk meningkatkan upah yang telah ditentukan berdasarkan perkembangan pengembangan sistem, dll., dijelaskan secara detail dalam artikel lain.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-wp-embed is-provider-\u30b3\u30fc\u30dd\u30ec\u30fc\u30c8\u30b5\u30a4\u30c8\uff08\u30a4\u30f3\u30c9\u30cd\u30b7\u30a2\u8a9e\uff09 wp-block-embed-\u30b3\u30fc\u30dd\u30ec\u30fc\u30c8\u30b5\u30a4\u30c8\uff08\u30a4\u30f3\u30c9\u30cd\u30b7\u30a2\u8a9e\uff09\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"9n9N2j5DPt\"><a href=\"https:\/\/monolith.law\/id\/it\/increase-of-estimate\">Apakah Mungkin untuk Menaikkan Estimasi Biaya Pengembangan Sistem Setelahnya?<\/a><\/blockquote><iframe class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; clip: rect(1px, 1px, 1px, 1px);\" title=\"&#8220;Apakah Mungkin untuk Menaikkan Estimasi Biaya Pengembangan Sistem Setelahnya?&#8221; &#8212; \u30b3\u30fc\u30dd\u30ec\u30fc\u30c8\u30b5\u30a4\u30c8\uff08\u30a4\u30f3\u30c9\u30cd\u30b7\u30a2\u8a9e\uff09\" src=\"https:\/\/monolith.law\/id\/it\/increase-of-estimate\/embed#?secret=vfTbrRIhn8#?secret=9n9N2j5DPt\" data-secret=\"9n9N2j5DPt\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pemutusan\"><\/span>Pemutusan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n\n\n\n<p>Meskipun tidak ada pelanggaran kewajiban oleh pihak lain, baik pemberi mandat\/pengguna maupun agen\/pemasok, berbeda dengan kontrak kerja, dapat membatalkan kontrak kapan saja.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika Anda membuat perjanjian khusus yang hanya dapat dibatalkan jika tidak ada pelanggaran kewajiban oleh pihak lain, risiko dibatalkan tanpa alasan seperti di atas akan hilang.<\/p>\n\n\n\n<p>Masalah hukum ketika pengembangan sistem dihentikan karena keadaan pengguna dijelaskan secara detail dalam artikel berikut.<\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/monolith.law\/corporate\/interrruption-of-system-development\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">https:\/\/monolith.law\/corporate\/interrruption-of-system-development[ja]<\/a><\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tanggung_Jawab_Jaminan_Cacat-2\"><\/span>Tanggung Jawab Jaminan Cacat<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n\n\n\n<p>Tidak ada ketentuan tentang tanggung jawab jaminan cacat, berbeda dengan kontrak kerja. &#8220;Tanggung jawab jaminan cacat&#8221; dan &#8220;pemeriksaan&#8221; yang disebutkan sebelumnya, mungkin cukup terkenal sebagai istilah hukum yang terkait dengan pengembangan sistem, tetapi konsep ini hanya muncul dalam kasus kontrak kerja. Namun, agen memiliki kewajiban untuk &#8220;memberikan yang terbaik&#8221;, dan jika mereka tidak melakukan pekerjaan yang rasional, mereka mungkin diminta untuk membayar ganti rugi atau dibatalkan berdasarkan pelanggaran kewajiban.<\/p>\n\n\n\n<p>Khususnya, kewajiban yang harus dipenuhi oleh pihak pemasok dalam pengembangan sistem termasuk kewajiban manajemen proyek, dll.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Subkontrak-2\"><\/span>Subkontrak<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n\n\n\n<p>Agen\/pemasok, berbeda dengan kontrak kerja, pada prinsipnya tidak dapat melakukan subkontrak. Jika Anda ingin melakukan subkontrak, Anda membuat perjanjian khusus untuk itu.<\/p>\n\n\n\n<p>Bagian ini sering menjadi masalah dalam praktek, dan perlu hati-hati. Jika Anda membuat kontrak untuk proyek pengembangan tipe kuasi-agen tanpa perjanjian khusus untuk izin subkontrak dengan penilaian bahwa &#8220;karena ini adalah pengembangan sistem, Anda harus dapat melakukan subkontrak kecuali jika dinyatakan secara khusus&#8221;, Anda mungkin berada dalam situasi di mana &#8220;melakukan subkontrak&#8221; itu sendiri dapat dikatakan sebagai pelanggaran kontrak.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Ada_juga_kewajiban_yang_harus_dipenuhi_oleh_pengguna_sebagai_pihak_yang_memberikan_pesanan\"><\/span>Ada juga kewajiban yang harus dipenuhi oleh pengguna sebagai pihak yang memberikan pesanan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Sampai sejauh ini, pembahasan kita sebagian besar berkaitan dengan kewajiban yang harus dipenuhi oleh pihak penerima pesanan atau vendor. Namun, dalam pengembangan sistem yang membutuhkan banyak tenaga kerja dan waktu, pengguna sebagai pihak yang memberikan pesanan juga memiliki &#8216;kewajiban kerjasama&#8217; tertentu. Kami menjelaskan secara detail mengenai hal ini dalam artikel lain.<\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/monolith.law\/corporate\/user-obligatory-cooporation\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">https:\/\/monolith.law\/corporate\/user-obligatory-cooporation[ja]<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Memilih_antara_Kontrak_Pengadaan_atau_Kontrak_Kuasa_Khusus\"><\/span>Memilih antara Kontrak Pengadaan atau Kontrak Kuasa Khusus <span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full is-resized\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"735\" height=\"490\" src=\"https:\/\/monolith.law\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/22\/2025\/12\/contract-and-timeandmaterialcontract-2.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-73516\" style=\"aspect-ratio:1.5;width:840px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/monolith.law\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/22\/2025\/12\/contract-and-timeandmaterialcontract-2.jpg 735w, https:\/\/monolith.law\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/22\/2025\/12\/contract-and-timeandmaterialcontract-2-300x200.jpg 300w, https:\/\/monolith.law\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/22\/2025\/12\/contract-and-timeandmaterialcontract-2-250x167.jpg 250w\" sizes=\"(max-width: 735px) 100vw, 735px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Apa saja keuntungan dan kerugian dari Kontrak Pengadaan dan Kontrak Kuasa Khusus?<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Keuntungan_dan_Kerugian_bagi_Perusahaan_PengembangVendor\"><\/span>Keuntungan dan Kerugian bagi Perusahaan Pengembang\/Vendor <span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Bagi perusahaan pengembang\/vendor, keuntungan dari &#8220;Kontrak Pengadaan&#8221; adalah jika mereka dapat mengurangi jumlah orang yang terlibat dan melakukan pekerjaan dengan baik, mereka dapat menghasilkan lebih banyak keuntungan dibandingkan dengan kontrak kuasa khusus. Berbeda dengan kontrak kuasa khusus, kontrak pengadaan memiliki kewajiban untuk &#8220;menyelesaikan pekerjaan&#8221;. Dengan kata lain, bahkan jika mereka mengurangi jumlah orang atau meningkatkan efisiensi pekerjaan dan menekan biaya sebanyak mungkin, selama pekerjaan selesai, mereka telah memenuhi kewajiban mereka.<\/p>\n\n\n\n<p>Kerugiannya adalah:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Tidak dapat memastikan pembayaran sampai pekerjaan selesai<\/li>\n\n\n\n<li>Jika waktu kerja yang tidak diantisipasi sebelumnya diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan yang memenuhi persyaratan, beban biaya kerja tambahan dapat timbul dan berpotensi merugi<\/li>\n\n\n\n<li>Menanggung tanggung jawab atas cacat jaminan<\/li>\n\n\n\n<li>Meskipun waktu kerja yang tidak diantisipasi sebelumnya diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan yang memenuhi persyaratan, beban biaya kerja tambahan dan peningkatan waktu kerja yang lebih dari yang diantisipasi dapat timbul dan berpotensi merugi<\/li>\n\n\n\n<li>Menanggung tanggung jawab atas cacat jaminan<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Adalah beberapa poinnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Keuntungan dari &#8220;Kontrak Kuasa Khusus&#8221; adalah sebagai berikut.<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Dapat menerima pembayaran meskipun pekerjaan belum selesai<\/li>\n\n\n\n<li>Dapat menerima beban biaya untuk peningkatan waktu kerja<\/li>\n\n\n\n<li>Tidak perlu menanggung tanggung jawab berat untuk menyelesaikan pekerjaan dan membuat produk tanpa cacat<\/li>\n\n\n\n<li>Berbeda dengan kontrak pengadaan, kontrak kuasa khusus memiliki kewajiban untuk &#8220;melakukan upaya yang sesuai dengan pembayaran&#8221;, dan oleh karena itu, mudah untuk memprediksi biaya untuk memenuhi kewajiban tersebut sebelumnya<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Keuntungan_dan_Kerugian_bagi_Pemberi_TugasPengguna\"><\/span>Keuntungan dan Kerugian bagi Pemberi Tugas\/Pengguna<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Bagi pemberi tugas\/pengguna, keuntungan dari &#8220;Kontrak Pengadaan&#8221; adalah sebagai berikut.<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Tidak perlu membayar sampai pekerjaan selesai (dapat dikembalikan meskipun dibayar di muka)<\/li>\n\n\n\n<li>Pembayaran yang harus dibayar tetap, jadi tidak ada beban biaya untuk peningkatan waktu kerja karena pekerjaan tambahan, dll.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Kerugiannya adalah risiko penawaran harga tinggi untuk menghindari risiko kerugian.<\/p>\n\n\n\n<p>Keuntungan dari &#8220;Kontrak Kuasa Khusus&#8221; adalah dapat mengharapkan penawaran harga yang lebih rendah dibandingkan dengan kontrak pengadaan. Kerugiannya adalah tidak dapat membebankan tanggung jawab untuk menyelesaikan pekerjaan kepada penerima tugas\/vendor, dan jika waktu kerja yang tidak diantisipasi sebelumnya timbul, beban biaya untuk pekerjaan tambahan dan peningkatan waktu kerja yang lebih dari yang diantisipasi dapat timbul.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Contoh_Kasus_Pengadilan\"><\/span>Contoh Kasus Pengadilan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Ada kasus di pengadilan di mana kontrak kuasa khusus dianggap berlaku hingga konfirmasi definisi persyaratan dan desain dasar, dan kontrak pengadaan dianggap berlaku untuk pekerjaan dari proses setelah desain dasar hingga pengujian unit.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apakah_Harus_Menandatangani_Kontrak_Pengadaan_atau_Kontrak_Kuasa_Khusus\"><\/span>Apakah Harus Menandatangani Kontrak Pengadaan atau Kontrak Kuasa Khusus?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Meskipun mungkin untuk mempertimbangkan menandatangani kontrak model jenis kontrak sesuai dengan proses, tingkat kesulitan dan konten target pengembangan, jumlah uang yang ingin\/mampu diterima, niat pihak lain dan hubungan kekuatan antara kedua belah pihak, apakah dapat menggambarkan gambaran hasil akhir dalam kontrak, dll., harus diputuskan dan dinegosiasikan berdasarkan situasi individu perusahaan dari aspek manajemen dan hukum.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk masalah hukum dan poin yang perlu dipertimbangkan jika pembayaran tidak dibayar, silakan lihat artikel berikut untuk penjelasan lebih rinci.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-wp-embed is-provider-\u30b3\u30fc\u30dd\u30ec\u30fc\u30c8\u30b5\u30a4\u30c8\uff08\u30a4\u30f3\u30c9\u30cd\u30b7\u30a2\u8a9e\uff09 wp-block-embed-\u30b3\u30fc\u30dd\u30ec\u30fc\u30c8\u30b5\u30a4\u30c8\uff08\u30a4\u30f3\u30c9\u30cd\u30b7\u30a2\u8a9e\uff09\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"lmka6KKBA9\"><a href=\"https:\/\/monolith.law\/id\/it\/no-payment-by-user\">Apa itu Hukum Jika Upah Pengembangan Sistem Tidak Dibayar<\/a><\/blockquote><iframe class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; clip: rect(1px, 1px, 1px, 1px);\" title=\"&#8220;Apa itu Hukum Jika Upah Pengembangan Sistem Tidak Dibayar&#8221; &#8212; \u30b3\u30fc\u30dd\u30ec\u30fc\u30c8\u30b5\u30a4\u30c8\uff08\u30a4\u30f3\u30c9\u30cd\u30b7\u30a2\u8a9e\uff09\" src=\"https:\/\/monolith.law\/id\/it\/no-payment-by-user\/embed#?secret=7z0H72vFFm#?secret=lmka6KKBA9\" data-secret=\"lmka6KKBA9\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kriteria_Penentuan_Antara_Kontrak_Pengadaan_atau_Kontrak_Kuasa\"><\/span>Kriteria Penentuan Antara Kontrak Pengadaan atau Kontrak Kuasa<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_itu_Penentuan_Sifat_Kontrak\"><\/span>Apa itu Penentuan Sifat Kontrak<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>&#8220;Menentukan apakah sifat kontrak termasuk dalam kontrak pengadaan atau kontrak kuasa&#8221;, adalah masalah yang muncul dalam situasi apa dan berarti apa?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-very-light-gray-background-color has-background\">Jika tidak ada kesepakatan yang jelas antara para pihak tentang apakah kontrak tersebut adalah kontrak pengadaan atau kontrak kuasa, yaitu, tidak ada perjanjian khusus, dan klausul tersebut tidak dicantumkan dalam kontrak, maka peraturan mana yang berlaku dari jenis kontrak yang diatur dalam hukum sipil Jepang akan bergantung pada penilaian setelah fakta tentang &#8220;jenis kontrak apa itu&#8221;, dan penilaian tersebut akan dilakukan berdasarkan kriteria penilaian tertentu.<\/p>\n\n\n\n<p>Itulah maksudnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Perlu dicatat bahwa ini adalah:<\/p>\n\n\n\n<ol>\n<li>Sebagai prasyarat bahwa kontrak pengembangan sistem telah dibuat<\/li>\n\n\n\n<li>Apakah kontrak tersebut adalah kontrak pengadaan atau kontrak kuasa<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Ini adalah masalah yang perlu dipertimbangkan, tetapi sebelum masalah ini, ada masalah &#8220;apakah kontrak pengembangan sistem telah dibuat&#8221;. Kami menjelaskan secara detail tentang hal ini dalam artikel lain.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-wp-embed is-provider-\u30b3\u30fc\u30dd\u30ec\u30fc\u30c8\u30b5\u30a4\u30c8\uff08\u30a4\u30f3\u30c9\u30cd\u30b7\u30a2\u8a9e\uff09 wp-block-embed-\u30b3\u30fc\u30dd\u30ec\u30fc\u30c8\u30b5\u30a4\u30c8\uff08\u30a4\u30f3\u30c9\u30cd\u30b7\u30a2\u8a9e\uff09\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"5PBlTl5fbb\"><a href=\"https:\/\/monolith.law\/id\/it\/system-development-contract\">Apakah Kontrak Pengembangan Sistem Dapat Dibentuk Tanpa Kontrak Tertulis?<\/a><\/blockquote><iframe class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; clip: rect(1px, 1px, 1px, 1px);\" title=\"&#8220;Apakah Kontrak Pengembangan Sistem Dapat Dibentuk Tanpa Kontrak Tertulis?&#8221; &#8212; \u30b3\u30fc\u30dd\u30ec\u30fc\u30c8\u30b5\u30a4\u30c8\uff08\u30a4\u30f3\u30c9\u30cd\u30b7\u30a2\u8a9e\uff09\" src=\"https:\/\/monolith.law\/id\/it\/system-development-contract\/embed#?secret=JnaGuH1zI8#?secret=5PBlTl5fbb\" data-secret=\"5PBlTl5fbb\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<p>Dan, dengan asumsi bahwa pengembangan sistem telah dilakukan, seperti yang disebutkan di atas, masalahnya adalah, kontrak mana yang berlaku, yang akan menentukan siapa di antara para pihak yang akan menanggung jumlah uang yang berlebihan, dan ini menjadi masalah besar.<\/p>\n\n\n\n<p>Seringkali tidak ada penjelasan jelas dalam kontrak tentang &#8220;pengadaan&#8221; atau &#8220;kuasa&#8221;, bahkan jika ada, substansinya mungkin berbeda, dan seringkali ada ketidaksesuaian dalam pemahaman antara para pihak. Oleh karena itu, saya akan menjelaskan kriteria untuk membedakan antara kontrak pengadaan dan kontrak kuasa.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Sifat_Kontrak_Ditentukan_dengan_Memperhatikan_Berbagai_Elemen\"><\/span>Sifat Kontrak Ditentukan dengan Memperhatikan Berbagai Elemen<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Untuk menentukan sifat kontrak, kita perlu melihat keseluruhan kontrak dan menentukan apakah tujuannya adalah &#8220;untuk memberikan hasil yang telah selesai&#8221; atau &#8220;untuk vendor melakukan pekerjaan secara rasional&#8221;. Apakah proyek telah berjalan dengan tujuan yang harus diselesaikan yang cukup spesifik adalah poin penting.<\/p>\n\n\n\n<p>Kami akan menentukan sifat kontrak dengan mempertimbangkan berbagai elemen berikut.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Prestasi_Perusahaan_Pengembang\"><\/span>Prestasi Perusahaan Pengembang<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n\n\n\n<p>Jika ada sejarah pembuatan sistem yang setara atau lebih, cenderung dianggap bahwa &#8220;tentu saja diharapkan untuk menyelesaikan, dan kewajiban untuk menyelesaikan, dan ada kesepakatan bahwa pembayaran akan dilakukan setelah selesai&#8221;, dan cenderung menuju kontrak pengadaan.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apakah_Tujuan_dalam_Jadwal_Kerja_adalah_%E2%80%9CSelesai%E2%80%9D\"><\/span>Apakah Tujuan dalam Jadwal Kerja adalah &#8220;Selesai&#8221;<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n\n\n\n<p>Jika selesai, cenderung dianggap bahwa &#8220;kewajiban adalah untuk menyelesaikan&#8221;, dan cenderung menuju kontrak pengadaan.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kejelasan_Konten_Hasil_dalam_Isi_Kontrak_Penulisan_Kontrak\"><\/span>Kejelasan Konten Hasil dalam Isi Kontrak \/ Penulisan Kontrak<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n\n\n\n<p>Semakin jelas, cenderung dianggap bahwa &#8220;diharapkan untuk menyelesaikan sesuatu yang persyaratannya jelas&#8221;, dan cenderung menuju kontrak pengadaan.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apakah_Pembayaran_Berdasarkan_Sistem_Satuan\"><\/span>Apakah Pembayaran Berdasarkan Sistem Satuan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n\n\n\n<p>Jika ya, cenderung dianggap bahwa &#8220;pembayaran muncul setelah selesai, dan kewajiban adalah untuk menyelesaikan&#8221;, dan cenderung menuju kontrak pengadaan.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apakah_Pembayaran_Dilakukan_Setelah_Selesai\"><\/span>Apakah Pembayaran Dilakukan Setelah Selesai<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n\n\n\n<p>Jika ya, cenderung dianggap bahwa &#8220;kewajiban adalah untuk menyelesaikan&#8221;, dan cenderung menuju kontrak pengadaan.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Adanya_Klausul_Penerimaan_Tanggung_Jawab_Jaminan_Cacat_dan_Jaminan\"><\/span>Adanya Klausul Penerimaan, Tanggung Jawab Jaminan Cacat, dan Jaminan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n\n\n\n<p>Jika ada, cenderung dianggap bahwa &#8220;kewajiban adalah untuk menyelesaikan&#8221; dan &#8220;klausul seperti penerimaan, tanggung jawab jaminan cacat, dan jaminan telah disiapkan dengan asumsi itu&#8221;, dan cenderung menuju kontrak pengadaan.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Adanya_Kata-kata_%E2%80%9CPengadaan%E2%80%9D_atau_%E2%80%9CKuasa%E2%80%9D\"><\/span>Adanya Kata-kata &#8220;Pengadaan&#8221; atau &#8220;Kuasa&#8221;<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n\n\n\n<p>Tentu saja, kata-kata juga merupakan salah satu elemen penting yang perlu dipertimbangkan. Namun, penilaian tidak hanya dilakukan berdasarkan kata-kata &#8220;pengadaan&#8221; atau &#8220;kuasa&#8221; saja, jadi cara menulis kontrak juga harus dilakukan dengan hati-hati.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, penilaian seperti ini tidak hanya dilakukan berdasarkan kontrak saja, tetapi juga berdasarkan catatan rapat yang dibuat selama proses pengembangan sistem. Kami menjelaskan secara detail tentang pentingnya catatan rapat dalam artikel berikut.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-wp-embed is-provider-\u30b3\u30fc\u30dd\u30ec\u30fc\u30c8\u30b5\u30a4\u30c8\uff08\u30a4\u30f3\u30c9\u30cd\u30b7\u30a2\u8a9e\uff09 wp-block-embed-\u30b3\u30fc\u30dd\u30ec\u30fc\u30c8\u30b5\u30a4\u30c8\uff08\u30a4\u30f3\u30c9\u30cd\u30b7\u30a2\u8a9e\uff09\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"Q1ieEMDyM8\"><a href=\"https:\/\/monolith.law\/id\/it\/the-minutes-in-system-development\">Apa itu Cara Mencatat Risalah Rapat dalam Pengembangan Sistem dari Perspektif Hukum<\/a><\/blockquote><iframe class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; clip: rect(1px, 1px, 1px, 1px);\" title=\"&#8220;Apa itu Cara Mencatat Risalah Rapat dalam Pengembangan Sistem dari Perspektif Hukum&#8221; &#8212; \u30b3\u30fc\u30dd\u30ec\u30fc\u30c8\u30b5\u30a4\u30c8\uff08\u30a4\u30f3\u30c9\u30cd\u30b7\u30a2\u8a9e\uff09\" src=\"https:\/\/monolith.law\/id\/it\/the-minutes-in-system-development\/embed#?secret=qrtaL3Amj6#?secret=Q1ieEMDyM8\" data-secret=\"Q1ieEMDyM8\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Ringkasan\"><\/span>Ringkasan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>&#8220;Perjanjian Kerjasama&#8221; dan &#8220;Perjanjian Delegasi&#8221; tampaknya mirip, namun efek hukumnya sangat berbeda. Sangat disarankan untuk meminta pendapat ahli sebelum menandatangani kontrak. Kantor kami memiliki pengetahuan yang mendalam tentang proyek seperti pengembangan sistem. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan kami.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam penerimaan dan penyerahan pengembangan sistem, berbagai jenis kontrak dengan judul yang berbeda-beda seperti Kontrak Perjanjian, Kontrak Kerja, dan Kontrak Pengembangan Sistem, telah disepakati. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":32,"featured_media":73515,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[19,31],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/monolith.law\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/60964"}],"collection":[{"href":"https:\/\/monolith.law\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/monolith.law\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/monolith.law\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/32"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/monolith.law\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=60964"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/monolith.law\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/60964\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":73517,"href":"https:\/\/monolith.law\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/60964\/revisions\/73517"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/monolith.law\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/73515"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/monolith.law\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=60964"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/monolith.law\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=60964"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/monolith.law\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=60964"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}