{"id":61030,"date":"2023-12-01T09:28:26","date_gmt":"2023-12-01T00:28:26","guid":{"rendered":"https:\/\/monolith.law\/id\/?p=61030"},"modified":"2024-03-29T12:36:32","modified_gmt":"2024-03-29T03:36:32","slug":"historical-figure-picture-rights","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/monolith.law\/id\/internet\/historical-figure-picture-rights","title":{"rendered":"Mengenai Penanganan Hak Cipta Potret terkait Penggunaan Gambar Tokoh Besar dalam Sejarah"},"content":{"rendered":"\n<p>Mungkin Anda pernah berpikir untuk menggunakan foto-foto orang terkenal atau tokoh penting dalam blog, SNS, atau bahan promosi. Namun, Anda tentu ingin menghindari situasi di mana Anda dituduh melanggar hak setelah publikasi, atau dituntut ganti rugi.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam kasus seperti ini, prosedur biasa adalah mendapatkan izin dari pemegang hak, seperti orang tersebut atau fotografer. Namun, bagaimana jika orang tersebut adalah tokoh bersejarah yang sudah meninggal?<\/p>\n\n\n\n<p>Karena orang tersebut sudah meninggal, Anda tidak bisa mendapatkan izin, dan Anda mungkin berpikir bahwa &#8220;Hak atas Potret&#8221; sudah tidak berlaku. Namun, Anda tidak bisa sembarangan menggunakan foto tersebut karena masih ada kemungkinan masalah muncul setelah penggunaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu, kali ini, kami akan menjelaskan tentang &#8220;Hak atas Potret&#8221; ketika menggunakan gambar tokoh bersejarah yang mungkin tidak banyak diketahui, berdasarkan hukum dan preseden hukum sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_53 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/monolith.law\/id\/internet\/historical-figure-picture-rights\/#Apa_itu_Hak_Atas_Potret\" title=\"Apa itu Hak Atas Potret\">Apa itu Hak Atas Potret<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3'><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/monolith.law\/id\/internet\/historical-figure-picture-rights\/#Hak_Privasi\" title=\"Hak Privasi\">Hak Privasi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/monolith.law\/id\/internet\/historical-figure-picture-rights\/#Hak_Publisitas\" title=\"Hak Publisitas\">Hak Publisitas<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/monolith.law\/id\/internet\/historical-figure-picture-rights\/#Apakah_Potret_dan_Ilustrasi_Termasuk_dalam_%E2%80%98Hak_Cipta_Potret%E2%80%99\" title=\"Apakah Potret dan Ilustrasi Termasuk dalam &#8216;Hak Cipta Potret&#8217;?\">Apakah Potret dan Ilustrasi Termasuk dalam &#8216;Hak Cipta Potret&#8217;?<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3'><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/monolith.law\/id\/internet\/historical-figure-picture-rights\/#Potret\" title=\"Potret\">Potret<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/monolith.law\/id\/internet\/historical-figure-picture-rights\/#Ilustrasi\" title=\"Ilustrasi\">Ilustrasi<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/monolith.law\/id\/internet\/historical-figure-picture-rights\/#Apakah_Hak_Cipta_Potret_Berlaku_untuk_Tokoh_Bersejarah\" title=\"Apakah Hak Cipta Potret Berlaku untuk Tokoh Bersejarah?\">Apakah Hak Cipta Potret Berlaku untuk Tokoh Bersejarah?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/monolith.law\/id\/internet\/historical-figure-picture-rights\/#Mengenai_Pelanggaran_Hak_Cipta_Potret\" title=\"Mengenai Pelanggaran Hak Cipta Potret\">Mengenai Pelanggaran Hak Cipta Potret<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3'><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/monolith.law\/id\/internet\/historical-figure-picture-rights\/#Pelanggaran_Hak_Privasi\" title=\"Pelanggaran Hak Privasi\">Pelanggaran Hak Privasi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/monolith.law\/id\/internet\/historical-figure-picture-rights\/#Pelanggaran_Hak_Publisitas\" title=\"Pelanggaran Hak Publisitas\">Pelanggaran Hak Publisitas<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/monolith.law\/id\/internet\/historical-figure-picture-rights\/#Apa_itu_Hak_Cipta\" title=\"Apa itu Hak Cipta\">Apa itu Hak Cipta<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3'><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-12\" href=\"https:\/\/monolith.law\/id\/internet\/historical-figure-picture-rights\/#Karya_Cipta\" title=\"Karya Cipta\">Karya Cipta<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-13\" href=\"https:\/\/monolith.law\/id\/internet\/historical-figure-picture-rights\/#Hak_Moral_Pencipta\" title=\"Hak Moral Pencipta\">Hak Moral Pencipta<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-14\" href=\"https:\/\/monolith.law\/id\/internet\/historical-figure-picture-rights\/#Hak_Ekonomi_Pencipta\" title=\"Hak Ekonomi Pencipta\">Hak Ekonomi Pencipta<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-15\" href=\"https:\/\/monolith.law\/id\/internet\/historical-figure-picture-rights\/#Periode_Perlindungan_Hak_Cipta\" title=\"Periode Perlindungan Hak Cipta\">Periode Perlindungan Hak Cipta<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-16\" href=\"https:\/\/monolith.law\/id\/internet\/historical-figure-picture-rights\/#Pengecualian_Periode_Perlindungan\" title=\"Pengecualian Periode Perlindungan\">Pengecualian Periode Perlindungan<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-17\" href=\"https:\/\/monolith.law\/id\/internet\/historical-figure-picture-rights\/#Kesimpulan\" title=\"Kesimpulan\">Kesimpulan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-18\" href=\"https:\/\/monolith.law\/id\/internet\/historical-figure-picture-rights\/#Panduan_Strategi_dari_Kantor_Kami\" title=\"Panduan Strategi dari Kantor Kami\">Panduan Strategi dari Kantor Kami<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_itu_Hak_Atas_Potret\"><\/span>Apa itu Hak Atas Potret<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Hak atas potret bukanlah hak yang diatur dalam undang-undang, tetapi merupakan hak yang dilindungi secara hukum terkait pengambilan dan penggunaan penampilan seseorang dalam kehidupan pribadinya.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam teori dan preseden hukum, hak atas potret dianggap berdasarkan &#8216;hak untuk mencari kebahagiaan&#8217; yang dijamin oleh Konstitusi Jepang (Undang-Undang Dasar Jepang).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-very-light-gray-background-color has-background\">Pasal 13<br> Setiap warga negara harus dihormati sebagai individu. Hak warga negara terhadap kehidupan, kebebasan, dan pengejaran kebahagiaan, sepanjang tidak bertentangan dengan kesejahteraan umum, memerlukan penghormatan tertinggi dalam legislasi dan kebijakan negara lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, hak atas potret mencakup &#8216;hak privasi&#8217;, yang merupakan jenis hak pribadi, dan &#8216;hak publisitas&#8217;, yang merupakan jenis hak properti. Isi dari masing-masing hak adalah sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Hak_Privasi\"><\/span>Hak Privasi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Hak privasi terdiri dari &#8216;hak untuk tidak difoto penampilan pribadi tanpa izin&#8217; dan &#8216;hak untuk tidak mempublikasikan atau menggunakan foto diri sendiri tanpa izin&#8217;. Biasanya, ketika kita berbicara tentang &#8216;hak atas potret&#8217;, kita merujuk pada hak privasi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Hak_Publisitas\"><\/span>Hak Publisitas<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Menggunakan nama atau foto selebriti atau atlet dalam iklan dapat meningkatkan penjualan lebih dari hanya menggunakan produk. Ini karena potret selebriti atau tokoh terkenal memiliki daya tarik bagi pelanggan, atau dengan kata lain, memiliki nilai ekonomi.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan demikian, hak untuk melindungi potret selebriti atau tokoh terkenal yang memiliki nilai ekonomi dan mencegah penggunaannya oleh pihak ketiga tanpa izin disebut hak publisitas.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/monolith.law\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/historical-figure-picture-rights-2.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-41001\" \/><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apakah_Potret_dan_Ilustrasi_Termasuk_dalam_%E2%80%98Hak_Cipta_Potret%E2%80%99\"><\/span>Apakah Potret dan Ilustrasi Termasuk dalam &#8216;Hak Cipta Potret&#8217;?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Berdasarkan preseden hukum sebelumnya, tampaknya respons akan berbeda tergantung pada realisme dan kemampuan untuk mengidentifikasi subjek dalam potret.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Potret\"><\/span>Potret<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Dianggap bahwa potret yang menggambarkan penampilan subjek dengan realistis dan akurat sebanding dengan foto memiliki kemungkinan tinggi untuk menjadi subjek hak cipta potret.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Ilustrasi\"><\/span>Ilustrasi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Untuk kasus seperti karikatur, di mana penulis menangkap karakteristik subjek secara subjektif, dianggap memiliki kemungkinan tinggi untuk tidak menjadi subjek hak cipta potret sebagai karya cipta.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, gambaran yang akurat tentang subjek atau gambaran yang memungkinkan subjek untuk dengan mudah diidentifikasi mungkin menjadi subjek hak cipta potret.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut tentang bagaimana hak cipta potret diterapkan pada ilustrasi dan karikatur, silakan lihat artikel di bawah ini bersamaan dengan artikel ini.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-wp-embed is-provider-\u30b3\u30fc\u30dd\u30ec\u30fc\u30c8\u30b5\u30a4\u30c8\uff08\u30a4\u30f3\u30c9\u30cd\u30b7\u30a2\u8a9e\uff09 wp-block-embed-\u30b3\u30fc\u30dd\u30ec\u30fc\u30c8\u30b5\u30a4\u30c8\uff08\u30a4\u30f3\u30c9\u30cd\u30b7\u30a2\u8a9e\uff09\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"4gD9arkdfW\"><a href=\"https:\/\/monolith.law\/id\/internet\/portrait-illustration-portrait-right\">Sejauh Mana Karikatur itu Diperbolehkan? Penjelasan tentang Hak Cipta Potret dalam Ilustrasi<\/a><\/blockquote><iframe class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; clip: rect(1px, 1px, 1px, 1px);\" title=\"&#8220;Sejauh Mana Karikatur itu Diperbolehkan? Penjelasan tentang Hak Cipta Potret dalam Ilustrasi&#8221; &#8212; \u30b3\u30fc\u30dd\u30ec\u30fc\u30c8\u30b5\u30a4\u30c8\uff08\u30a4\u30f3\u30c9\u30cd\u30b7\u30a2\u8a9e\uff09\" src=\"https:\/\/monolith.law\/id\/internet\/portrait-illustration-portrait-right\/embed#?secret=VHzjKdbhGc#?secret=4gD9arkdfW\" data-secret=\"4gD9arkdfW\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apakah_Hak_Cipta_Potret_Berlaku_untuk_Tokoh_Bersejarah\"><\/span>Apakah Hak Cipta Potret Berlaku untuk Tokoh Bersejarah?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Orang yang sudah meninggal tidak dapat merasakan penderitaan emosional karena penggunaan atau publikasi gambar mereka, oleh karena itu, hak cipta potret pada prinsipnya tidak diakui.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, hukum yang berlaku untuk hak cipta potret orang yang sudah meninggal bervariasi tergantung pada negara atau wilayah, dan ada tempat-tempat di mana hak cipta potret tidak hilang meskipun orang tersebut sudah meninggal.<\/p>\n\n\n\n<p>Khususnya di Amerika Serikat, hukumnya berbeda-beda tergantung pada negara bagian, sehingga perlu berhati-hati dalam menggunakan potret tokoh terkenal atau selebriti asing, bahkan jika mereka adalah tokoh bersejarah.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, dalam kasus penggunaan gambar dengan niat jahat, seperti pencemaran nama baik berdasarkan kebohongan, ada kemungkinan akan dikenakan hukuman pencemaran nama baik yang ditetapkan dalam hukum pidana.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-very-light-gray-background-color has-background\"> Pasal 230 (Pencemaran Nama Baik) <br>1. Orang yang secara terbuka menunjukkan fakta dan merusak kehormatan orang lain, terlepas dari apakah fakta tersebut ada atau tidak, akan dihukum dengan penjara atau kurungan selama tiga tahun atau kurang, atau denda sebesar lima ratus ribu yen atau kurang. <br>2. Orang yang merusak kehormatan orang yang sudah meninggal, kecuali jika dilakukan dengan menunjukkan fakta yang tidak benar, tidak akan dihukum.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/monolith.law\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/historical-figure-picture-rights-3.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-41000\" \/><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Mengenai_Pelanggaran_Hak_Cipta_Potret\"><\/span>Mengenai Pelanggaran Hak Cipta Potret<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pelanggaran_Hak_Privasi\"><\/span>Pelanggaran Hak Privasi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Meskipun melanggar privasi seseorang saja tidak akan mengakibatkan hukuman pidana, jika disertai dengan tindakan ilegal seperti pencemaran nama baik, Anda mungkin akan menerima permintaan penghapusan, klaim kompensasi untuk kerugian emosional, dan klaim ganti rugi.<\/p>\n\n\n\n<p>Perlu dicatat, pelanggaran hak privasi terkait dengan potret dihakimi berdasarkan tiga kriteria berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Orang tersebut dapat diidentifikasi dengan jelas<\/li>\n\n\n\n<li>Bukan hasil dari orang tersebut secara kebetulan muncul dalam gambar saat memotret sesuatu yang lain<\/li>\n\n\n\n<li>Dipublikasikan di media yang dapat dilihat oleh banyak orang atau media dengan tingkat penyebaran tinggi seperti SNS<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pelanggaran_Hak_Publisitas\"><\/span>Pelanggaran Hak Publisitas<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Dalam kasus orang terkenal atau tokoh terkenal, jika Anda menggunakan foto atau potret mereka tanpa izin untuk iklan atau penjualan itu sendiri, Anda mungkin akan menerima permintaan untuk menghentikan penjualan dan klaim ganti rugi karena dianggap sebagai tindakan ilegal menurut hukum sipil Jepang.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut tentang pelanggaran hak cipta potret, silakan lihat artikel berikut yang menjelaskan secara detail bersama dengan artikel ini.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-wp-embed is-provider-\u30b3\u30fc\u30dd\u30ec\u30fc\u30c8\u30b5\u30a4\u30c8\uff08\u30a4\u30f3\u30c9\u30cd\u30b7\u30a2\u8a9e\uff09 wp-block-embed-\u30b3\u30fc\u30dd\u30ec\u30fc\u30c8\u30b5\u30a4\u30c8\uff08\u30a4\u30f3\u30c9\u30cd\u30b7\u30a2\u8a9e\uff09\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"RPgs7yH5T4\"><a href=\"https:\/\/monolith.law\/id\/internet\/portraitrights-onthe-internet\">Menguraikan Kriteria dan Alur Klaim Ganti Rugi atas Pelanggaran Hak Cipta Potret<\/a><\/blockquote><iframe class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; clip: rect(1px, 1px, 1px, 1px);\" title=\"&#8220;Menguraikan Kriteria dan Alur Klaim Ganti Rugi atas Pelanggaran Hak Cipta Potret&#8221; &#8212; \u30b3\u30fc\u30dd\u30ec\u30fc\u30c8\u30b5\u30a4\u30c8\uff08\u30a4\u30f3\u30c9\u30cd\u30b7\u30a2\u8a9e\uff09\" src=\"https:\/\/monolith.law\/id\/internet\/portraitrights-onthe-internet\/embed#?secret=wmRm2BznaP#?secret=RPgs7yH5T4\" data-secret=\"RPgs7yH5T4\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_itu_Hak_Cipta\"><\/span>Apa itu Hak Cipta<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Artikel ini berfokus pada &#8220;Hak atas Potret&#8221;, namun ketika menggunakan potret tokoh bersejarah, penting untuk selalu memeriksa &#8220;Hak Cipta&#8221; yang memiliki periode perlindungan yang panjang.<\/p>\n\n\n\n<p>Hak cipta adalah salah satu dari hak kekayaan intelektual, yang merupakan hak untuk menggunakan secara eksklusif karya-karya seperti foto, lukisan, musik, dll. Hak cipta terdiri dari &#8220;Hak Moral Pencipta&#8221; yang melindungi hak-hak pribadi, dan &#8220;Hak Ekonomi Pencipta&#8221; yang melindungi hak-hak ekonomi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Karya_Cipta\"><\/span>Karya Cipta<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Karya cipta adalah ekspresi kreatif dari pemikiran atau perasaan yang termasuk dalam bidang sastra, akademik, seni, atau musik, dan harus memenuhi semua persyaratan berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Menyatakan &#8220;pemikiran atau perasaan&#8221; (tidak termasuk data atau fakta semata)<\/li>\n\n\n\n<li>&#8220;Mengekspresikan&#8221; (tidak termasuk ide yang hanya muncul dalam pikiran)<\/li>\n\n\n\n<li>Ekspresi &#8220;kreatif&#8221; (tidak termasuk imitasi semata)<\/li>\n\n\n\n<li>Termasuk dalam &#8220;bidang sastra, akademik, seni, atau musik&#8221; (tidak termasuk produk industri, dll.)<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Hak_Moral_Pencipta\"><\/span>Hak Moral Pencipta<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<ul>\n<li>Hak Publikasi<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Hak untuk memutuskan apakah akan mempublikasikan karya cipta yang belum dipublikasikan, dll.<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Hak Menyatakan Nama<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Hak untuk memutuskan apakah akan menambahkan nama pencipta pada karya cipta, dan bagaimana menentukan nama jika ditambahkan<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Hak Mempertahankan Identitas<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Hak untuk tidak mengubah isi atau judul karya cipta tanpa persetujuan pencipta<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Hak_Ekonomi_Pencipta\"><\/span>Hak Ekonomi Pencipta<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<ul>\n<li>Hak Duplikasi<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Hak untuk menduplikasi karya cipta melalui cetak, foto, fotokopi, rekaman, dll.<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Hak Penampilan, Hak Pertunjukan, Hak Penayangan, Hak Pameran<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Hak untuk menampilkan, mempertunjukkan, menayangkan, dan memamerkan karya cipta secara publik<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Hak Penyiaran Publik<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Hak untuk mempublikasikan karya cipta melalui internet atau siaran<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Hak Alih Milik<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Hak untuk mentransfer karya cipta asli dan duplikatnya ke publik, kecuali film<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Hak Pinjam<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Hak untuk mentransfer duplikat karya cipta ke publik, kecuali film<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Hak Terjemahan, Hak Adaptasi, dll.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Hak untuk menerjemahkan, mengatur, mengubah, mengadaptasi, memfilmkan, dan mengadaptasi karya cipta<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Lainnya<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Hak Narasi, Hak Distribusi, Hak Penggunaan Karya Cipta Sekunder<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"735\" height=\"490\" src=\"https:\/\/monolith.law\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/22\/2024\/03\/https___monolith-law.jp_corporate_copyright-for-the-program-source-code-rewrite1.webp\" alt=\"\" class=\"wp-image-63238\" srcset=\"https:\/\/monolith.law\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/22\/2024\/03\/https___monolith-law.jp_corporate_copyright-for-the-program-source-code-rewrite1.webp 735w, https:\/\/monolith.law\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/22\/2024\/03\/https___monolith-law.jp_corporate_copyright-for-the-program-source-code-rewrite1-300x200.webp 300w, https:\/\/monolith.law\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/22\/2024\/03\/https___monolith-law.jp_corporate_copyright-for-the-program-source-code-rewrite1-250x167.webp 250w\" sizes=\"(max-width: 735px) 100vw, 735px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Periode_Perlindungan_Hak_Cipta\"><\/span>Periode Perlindungan Hak Cipta<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Hak cipta berlaku sejak saat karya cipta dibuat dan pada prinsipnya berakhir setelah 70 tahun sejak kematian pencipta.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengecualian_Periode_Perlindungan\"><\/span>Pengecualian Periode Perlindungan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Ada pengecualian pada periode perlindungan hak cipta, tergantung pada nama dan jenis karya cipta, seperti berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Karya cipta anonim atau pseudonim (kecuali pseudonim yang dikenal luas)<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>70 tahun setelah publikasi (jika jelas bahwa 70 tahun telah berlalu sejak kematian, hingga saat itu)<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Karya cipta dengan nama grup<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>70 tahun setelah publikasi (70 tahun setelah penciptaan jika tidak dipublikasikan dalam 70 tahun setelah penciptaan)<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Karya cipta film<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>70 tahun setelah publikasi (70 tahun setelah penciptaan jika tidak dipublikasikan dalam 70 tahun setelah penciptaan)<\/p>\n\n\n\n<p>Berbeda dengan &#8220;Hak Ekonomi Pencipta&#8221; yang dapat dialihkan, &#8220;Hak Moral Pencipta&#8221; berakhir dengan kematian pencipta. Namun, perlu diingat bahwa tindakan yang melanggar Hak Moral Pencipta setelah kematian pencipta masih dilarang oleh Undang-Undang Hak Cipta Jepang.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesimpulan\"><\/span>Kesimpulan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Kali ini, kami telah menjelaskan secara detail tentang &#8220;Hak Cipta Potret&#8221; ketika menggunakan gambar tokoh bersejarah yang telah meninggal, termasuk struktur hak cipta potret, subjek hak cipta potret, hak cipta potret orang yang telah meninggal, pelanggaran hak cipta potret, dan &#8220;Hak Cipta&#8221;.<\/p>\n\n\n\n<p>Meskipun merupakan potret orang yang telah meninggal, tergantung pada cara penggunaannya, ada kemungkinan untuk menerima sanksi pidana atau klaim ganti rugi. Oleh karena itu, kami menyarankan Anda untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan pengacara yang memiliki pengetahuan dan pengalaman yang kaya, bukan membuat keputusan sendiri.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Panduan_Strategi_dari_Kantor_Kami\"><\/span>Panduan Strategi dari Kantor Kami<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Kantor Hukum Monolis adalah kantor hukum yang memiliki keahlian tinggi dalam IT, khususnya internet dan hukum. Dalam beberapa tahun terakhir, hak kekayaan intelektual yang berkaitan dengan hak cipta telah menarik perhatian, dan kebutuhan untuk pengecekan hukum semakin meningkat. Kantor kami menyediakan solusi terkait hak kekayaan intelektual. Detailnya dijelaskan dalam artikel di bawah ini.<\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/monolith.law\/practices\/corporate\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">https:\/\/monolith.law\/practices\/corporate[ja]<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mungkin Anda pernah berpikir untuk menggunakan foto-foto orang terkenal atau tokoh penting dalam blog, SNS, atau bahan promosi. Namun, Anda tentu ingin menghindari situasi di mana Anda dituduh melangg [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":32,"featured_media":63237,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[17],"tags":[21,41],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/monolith.law\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/61030"}],"collection":[{"href":"https:\/\/monolith.law\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/monolith.law\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/monolith.law\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/32"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/monolith.law\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=61030"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/monolith.law\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/61030\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":63239,"href":"https:\/\/monolith.law\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/61030\/revisions\/63239"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/monolith.law\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/63237"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/monolith.law\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=61030"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/monolith.law\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=61030"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/monolith.law\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=61030"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}