{"id":61087,"date":"2023-12-01T09:28:29","date_gmt":"2023-12-01T00:28:29","guid":{"rendered":"https:\/\/monolith.law\/id\/?p=61087"},"modified":"2024-03-27T10:36:11","modified_gmt":"2024-03-27T01:36:11","slug":"copyright-law-ng-video","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/monolith.law\/id\/internet\/copyright-law-ng-video","title":{"rendered":"Kapan Pengutipan Video Diperbolehkan? Penjelasan tentang Persyaratan dalam Hukum Hak Cipta Jepang dan Contoh Kasus Pengadilan"},"content":{"rendered":"\n<p>Setiap hari, banyak video diunggah ke platform video seperti YouTube, menarik perhatian banyak orang. Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan video orang lain melalui berbagai media juga telah meningkat, dengan berbagai tujuan dan metode.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, banyak video dilindungi oleh &#8216;Hak Cipta&#8217; berdasarkan Undang-Undang Hak Cipta Jepang, dan jika tujuan atau metode penggunaan salah, ini dapat menjadi pelanggaran hak cipta.<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui cara menggunakan yang tepat agar tidak melanggar hak cipta.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam artikel ini, kami akan menjelaskan persyaratan dan preseden hukum dalam Undang-Undang Hak Cipta Jepang tentang kapan penggunaan video diizinkan.<\/p>\n\n\n\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_53 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/monolith.law\/id\/internet\/copyright-law-ng-video\/#Apa_itu_%E2%80%9CKutipan%E2%80%9D_dalam_Hukum_Hak_Cipta_Jepang\" title=\"Apa itu &#8220;Kutipan&#8221; dalam Hukum Hak Cipta Jepang\">Apa itu &#8220;Kutipan&#8221; dalam Hukum Hak Cipta Jepang<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3'><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/monolith.law\/id\/internet\/copyright-law-ng-video\/#Konsep_Dasar_Hukum_Hak_Cipta_Jepang\" title=\"Konsep Dasar Hukum Hak Cipta Jepang\">Konsep Dasar Hukum Hak Cipta Jepang<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/monolith.law\/id\/internet\/copyright-law-ng-video\/#Arti_dari_%E2%80%9CKutipan%E2%80%9D\" title=\"Arti dari &#8220;Kutipan&#8221;\">Arti dari &#8220;Kutipan&#8221;<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/monolith.law\/id\/internet\/copyright-law-ng-video\/#Syarat_agar_%E2%80%9CKutipan%E2%80%9D_menjadi_sah\" title=\"Syarat agar &#8220;Kutipan&#8221; menjadi sah\">Syarat agar &#8220;Kutipan&#8221; menjadi sah<\/a><ul class='ez-toc-list-level-4'><li class='ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/monolith.law\/id\/internet\/copyright-law-ng-video\/#Harus_%E2%80%9Ckarya_yang_telah_dipublikasikan%E2%80%9D\" title=\"Harus &#8220;karya yang telah dipublikasikan&#8221;\">Harus &#8220;karya yang telah dipublikasikan&#8221;<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/monolith.law\/id\/internet\/copyright-law-ng-video\/#Harus_%E2%80%9Csesuai_dengan_praktik_yang_adil%E2%80%9D\" title=\"Harus &#8220;sesuai dengan praktik yang adil&#8221;\">Harus &#8220;sesuai dengan praktik yang adil&#8221;<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/monolith.law\/id\/internet\/copyright-law-ng-video\/#Harus_dalam_%E2%80%9Cbatas_yang_wajar%E2%80%9D_untuk_tujuan_kutipan\" title=\"Harus dalam &#8220;batas yang wajar&#8221; untuk tujuan kutipan\">Harus dalam &#8220;batas yang wajar&#8221; untuk tujuan kutipan<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/monolith.law\/id\/internet\/copyright-law-ng-video\/#Contoh_Kasus_Hukum_Mengenai_Kutipan_Video\" title=\"Contoh Kasus Hukum Mengenai Kutipan Video\">Contoh Kasus Hukum Mengenai Kutipan Video<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3'><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/monolith.law\/id\/internet\/copyright-law-ng-video\/#Kasus_Hukum_Mengenai_Kutipan_Video_untuk_Tujuan_Kritik\" title=\"Kasus Hukum Mengenai Kutipan Video untuk Tujuan Kritik\">Kasus Hukum Mengenai Kutipan Video untuk Tujuan Kritik<\/a><ul class='ez-toc-list-level-4'><li class='ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/monolith.law\/id\/internet\/copyright-law-ng-video\/#Ringkasan_Kasus\" title=\"Ringkasan Kasus\">Ringkasan Kasus<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/monolith.law\/id\/internet\/copyright-law-ng-video\/#Persoalan_Apakah_tindakan_pengunggahan_dalam_kasus_ini_merupakan_%E2%80%9Ckutipan%E2%80%9D_yang_sah\" title=\"Persoalan: Apakah tindakan pengunggahan dalam kasus ini merupakan &#8220;kutipan&#8221; yang sah?\">Persoalan: Apakah tindakan pengunggahan dalam kasus ini merupakan &#8220;kutipan&#8221; yang sah?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-12\" href=\"https:\/\/monolith.law\/id\/internet\/copyright-law-ng-video\/#Keputusan_Pengadilan\" title=\"Keputusan Pengadilan\">Keputusan Pengadilan<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-13\" href=\"https:\/\/monolith.law\/id\/internet\/copyright-law-ng-video\/#Contoh_Kasus_Hukum_Mengenai_Kutipan_Video_Melalui_Penanaman_Link\" title=\"Contoh Kasus Hukum Mengenai Kutipan Video Melalui Penanaman Link\">Contoh Kasus Hukum Mengenai Kutipan Video Melalui Penanaman Link<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-14\" href=\"https:\/\/monolith.law\/id\/internet\/copyright-law-ng-video\/#Poin-Poin_Penting_Saat_Mengutip_Video_YouTube\" title=\"Poin-Poin Penting Saat Mengutip Video YouTube\">Poin-Poin Penting Saat Mengutip Video YouTube<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3'><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-15\" href=\"https:\/\/monolith.law\/id\/internet\/copyright-law-ng-video\/#Ketika_Mengutip_Video_YouTube_yang_Mengandung_Karya_Musik_yang_Dikelola_oleh_JASRAC\" title=\"Ketika Mengutip Video YouTube yang Mengandung Karya Musik yang Dikelola oleh JASRAC\">Ketika Mengutip Video YouTube yang Mengandung Karya Musik yang Dikelola oleh JASRAC<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-16\" href=\"https:\/\/monolith.law\/id\/internet\/copyright-law-ng-video\/#Efek_Hukum_dari_Ketentuan_Larangan_Pengutipan_Pencabutan_Tanpa_Izin\" title=\"Efek Hukum dari Ketentuan Larangan Pengutipan (Pencabutan Tanpa Izin)\">Efek Hukum dari Ketentuan Larangan Pengutipan (Pencabutan Tanpa Izin)<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-17\" href=\"https:\/\/monolith.law\/id\/internet\/copyright-law-ng-video\/#Kesimpulan_Jika_Anda_Mengalami_Masalah_Hak_Cipta_di_Internet_Silakan_Konsultasikan_dengan_Pengacara\" title=\"Kesimpulan: Jika Anda Mengalami Masalah Hak Cipta di Internet, Silakan Konsultasikan dengan Pengacara\">Kesimpulan: Jika Anda Mengalami Masalah Hak Cipta di Internet, Silakan Konsultasikan dengan Pengacara<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-18\" href=\"https:\/\/monolith.law\/id\/internet\/copyright-law-ng-video\/#Panduan_Strategi_dari_Kantor_Kami\" title=\"Panduan Strategi dari Kantor Kami\">Panduan Strategi dari Kantor Kami<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_itu_%E2%80%9CKutipan%E2%80%9D_dalam_Hukum_Hak_Cipta_Jepang\"><\/span>Apa itu &#8220;Kutipan&#8221; dalam Hukum Hak Cipta Jepang<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/monolith.law\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/shutterstock_715100059.png\" alt=\"Apa itu 'Kutipan' dalam Hukum Hak Cipta Jepang\" class=\"wp-image-52545\" \/><\/figure>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Konsep_Dasar_Hukum_Hak_Cipta_Jepang\"><\/span>Konsep Dasar Hukum Hak Cipta Jepang<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Hukum Hak Cipta Jepang melindungi kepentingan hak cipta dengan memberikan monopoli kepada pencipta atas penggunaan tertentu dari karya mereka.<\/p>\n\n\n\n<p>Umumnya, apa yang disebut sebagai &#8220;hak cipta&#8221; sebenarnya terdiri dari dua hal, yaitu &#8220;Hak Cipta (Properti)&#8221; dan &#8220;Hak Moral Pencipta&#8221;. Yang pertama melindungi kepentingan ekonomi (seperti hak untuk mendapatkan keuntungan dari karya), sedangkan yang kedua adalah hak yang melindungi kepentingan pribadi (seperti reputasi dan keunikan pencipta).<\/p>\n\n\n\n<p>Hukum Hak Cipta Jepang menetapkan bahwa jika seseorang selain pemegang hak cipta melakukan tindakan penggunaan tertentu yang dilindungi sebagai hak cipta atau hak moral pencipta tanpa izin, maka secara prinsip, tindakan tersebut akan menjadi subjek hukuman pidana karena melanggar hak cipta atau hak moral pencipta.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table is-style-stripes has-medium-font-size\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">Hak Cipta<\/th><th class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">Hak Moral Pencipta<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">Hak Reproduksi<br>Hak Penampilan &amp; Penampilan<br>Hak Penyiaran Publik<br>Hak Narasi<br>Hak Pameran<br>Hak Distribusi<br>Hak Transfer<br>Hak Pinjam<br>Hak Adaptasi<\/td><td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">Hak Publikasi<br>Hak Menampilkan Nama<br>Hak Mempertahankan Identitas<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p>Sebagai contoh, jika Anda mengunduh video dan langsung mengunggahnya ke blog atau artikel, ini akan melanggar hak reproduksi dan hak penyiaran publik. Jika Anda melakukan perubahan atau pengeditan, ini juga akan melanggar hak untuk mempertahankan identitas.<\/p>\n\n\n\n<p>Artikel terkait: <a href=\"https:\/\/monolith.law\/youtuber-vtuber\/youtuber-clippedvideo-rules\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Penjelasan tentang poin yang harus diperhatikan dalam hak cipta untuk video yang dipotong yang semakin populer[ja]<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Artikel terkait: <a href=\"https:\/\/monolith.law\/youtuber-vtuber\/copyright-youtube-fastmovie\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Apa tindakan hukum jika &#8216;Film Cepat&#8217; yang melanggar hak cipta diposting di YouTube?[ja]<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Namun, di sisi lain, Hukum Hak Cipta Jepang bertujuan untuk &#8220;berkontribusi pada perkembangan budaya&#8221;, dan dalam beberapa kasus, hak cipta dibatasi dan secara pengecualian, menentukan kasus di mana karya dapat digunakan tanpa izin dari pemegang hak cipta (dalam hukum, kasus ini disebut &#8220;pembatasan hak&#8221;).<\/p>\n\n\n\n<p>Dan, salah satu pembatasan hak yang menjadi masalah khusus ketika menggunakan video orang lain adalah &#8220;kutipan&#8221; (Pasal 32 Hukum Hak Cipta Jepang).<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu, di bawah ini, kami akan menjelaskan tentang arti &#8220;kutipan&#8221; dan persyaratan untuk menjadi sah.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Arti_dari_%E2%80%9CKutipan%E2%80%9D\"><\/span>Arti dari &#8220;Kutipan&#8221;<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Pertama-tama, Mahkamah Agung Jepang mendefinisikan arti dari &#8220;kutipan&#8221; sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote\">\n<p>Pasal 30 ayat 1 poin 2 dari Undang-Undang Hak Cipta Jepang (Catatan: Undang-Undang Hak Cipta lama, sekarang Pasal 32) mengizinkan pengutipan dari karya orang lain yang telah diterbitkan dalam batas yang wajar ke dalam karya sendiri, namun pengutipan yang dimaksud di sini adalah mengambil sebagian dari karya orang lain ke dalam karya sendiri untuk tujuan pengenalan, referensi, ulasan, dan lainnya, dan ini adalah interpretasi yang tepat.<\/p>\n<cite>Putusan Mahkamah Agung Jepang, 28 Maret 1980 (Tahun 55 era Showa) &#8211; Kumpulan Putusan Sipil Vol. 34 No. 3 Hal. 244 [Kasus Foto Montase]<\/cite><\/blockquote>\n\n\n\n<p>Dengan kata lain, &#8220;kutipan&#8221; adalah semua tindakan menggunakan seluruh atau sebagian dari karya orang lain dalam karya sendiri, dan pada prinsipnya merupakan tindakan yang melanggar hak cipta.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, jika memenuhi persyaratan berikut, ini akan menjadi pengecualian dan tidak dianggap sebagai pelanggaran hak cipta:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Syarat_agar_%E2%80%9CKutipan%E2%80%9D_menjadi_sah\"><\/span>Syarat agar &#8220;Kutipan&#8221; menjadi sah<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"has-background\" style=\"background-color:#eeeeee\">\n<li>Harus &#8220;sesuai dengan praktik yang adil&#8221;<\/li>\n\n\n\n<li>Harus dalam &#8220;batas yang wajar&#8221; untuk tujuan kutipan<\/li>\n\n\n\n<li>Yang dikutip harus &#8220;karya yang telah dipublikasikan&#8221;<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Harus_%E2%80%9Ckarya_yang_telah_dipublikasikan%E2%80%9D\"><\/span>Harus &#8220;karya yang telah dipublikasikan&#8221;<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n\n\n\n<p>Dalam hukum hak cipta Jepang, &#8220;publikasi&#8221; berarti bahwa karya tersebut telah diterbitkan atau telah dipresentasikan kepada publik dengan cara tertentu oleh orang yang mendapatkan izin dari pemegang hak cipta.<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu, video yang dipublikasikan tanpa persetujuan pemegang hak cipta tidak termasuk dalam &#8220;karya yang telah dipublikasikan&#8221;, dan kutipan dari video seperti itu pada prinsipnya merupakan pelanggaran hak cipta.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Harus_%E2%80%9Csesuai_dengan_praktik_yang_adil%E2%80%9D\"><\/span>Harus &#8220;sesuai dengan praktik yang adil&#8221;<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n\n\n\n<p>Jika ada praktik yang telah ditetapkan, kutipan harus sesuai dengan praktik tersebut. Misalnya, di YouTube, kutipan video melalui penanaman link dengan prosedur yang ditentukan diizinkan oleh peraturan, tetapi kutipan dengan cara lain mungkin tidak memenuhi persyaratan ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Perlu dicatat bahwa dalam hukum hak cipta Jepang, ada kewajiban untuk menunjukkan sumber (situs tempat karya dipublikasikan atau nama penulis, dll.) saat mengutip, tetapi kecuali dalam kasus di mana penunjukan sumber telah menjadi praktik yang ditetapkan, seperti yang disebutkan di atas, hanya karena melanggar kewajiban penunjukan sumber, persyaratan ini tidak akan ditolak.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, karena pelanggaran kewajiban penunjukan sumber memiliki sanksi pidana yang terpisah dari pelanggaran hak cipta (Pasal 122), dalam setiap kasus, akan lebih aman untuk menunjukkan sumbernya.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Harus_dalam_%E2%80%9Cbatas_yang_wajar%E2%80%9D_untuk_tujuan_kutipan\"><\/span>Harus dalam &#8220;batas yang wajar&#8221; untuk tujuan kutipan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n\n\n\n<p>Apakah dapat dikatakan &#8220;dalam batas yang wajar&#8221; atau tidak, umumnya, perlu memenuhi dua syarat berikut (Mahkamah Agung Jepang juga menilai dua syarat ini).<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Harus dapat membedakan dengan jelas antara pihak yang mengutip dan pihak yang dikutip (keterpisahan yang jelas)<\/li>\n\n\n\n<li>Hubungan antara pihak yang mengutip dan pihak yang dikutip harus seperti hubungan antara utama dan tambahan (subordinasi)<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Belakangan ini, pandangan yang mempertimbangkan secara komprehensif tujuan dan metode penggunaan, sifat karya yang digunakan, dan adanya atau tidaknya pengaruh pada pemegang hak cipta dan tingkatnya juga kuat, tetapi dalam setiap kasus, keterpisahan yang jelas dan subordinasi adalah elemen penting dalam penilaian.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Contoh_Kasus_Hukum_Mengenai_Kutipan_Video\"><\/span>Contoh Kasus Hukum Mengenai Kutipan Video<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/monolith.law\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/copyright-law-ng-video3.jpg\" alt=\"Contoh Kasus Hukum Mengenai Kutipan Video\" class=\"wp-image-21901\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Mari kita lihat apa yang menjadi titik perdebatan dalam contoh kasus hukum nyata dan bagaimana putusan diberikan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kasus_Hukum_Mengenai_Kutipan_Video_untuk_Tujuan_Kritik\"><\/span>Kasus Hukum Mengenai Kutipan Video untuk Tujuan Kritik<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Ringkasan_Kasus\"><\/span>Ringkasan Kasus<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n\n\n\n<p>Penggugat adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam produksi dan penjualan video dewasa, dan telah mendistribusikan video milik penggugat (dengan durasi total 195 menit) secara berbayar di internet.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, seseorang yang tidak diketahui namanya (disebut &#8220;pengirim dalam kasus ini&#8221;) telah menduplikasi sebagian dari video milik penggugat dan membuat video berdurasi sekitar 10 menit (&#8220;video pengirim dalam kasus ini&#8221;), lalu mengunggahnya ke FC2 Video (&#8220;tindakan pengunggahan dalam kasus ini&#8221;).<\/p>\n\n\n\n<p>Karena itu, penggugat mengklaim bahwa hak cipta mereka (Pasal 23 Ayat 1 Undang-Undang Hak Cipta Jepang) telah dilanggar dan meminta terdakwa, yang merupakan penyedia layanan internet, untuk mengungkapkan informasi pengirim.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Persoalan_Apakah_tindakan_pengunggahan_dalam_kasus_ini_merupakan_%E2%80%9Ckutipan%E2%80%9D_yang_sah\"><\/span>Persoalan: Apakah tindakan pengunggahan dalam kasus ini merupakan &#8220;kutipan&#8221; yang sah?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n\n\n\n<p>(Argumen Terdakwa)<\/p>\n\n\n\n<p>Terdakwa berpendapat bahwa tindakan pengunggahan dalam kasus ini adalah kutipan yang sah berdasarkan Pasal 32 Ayat 1 Undang-Undang Hak Cipta Jepang.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan kata lain, tujuan dari tindakan pengunggahan dalam kasus ini adalah untuk mengkritik dan memberi tahu pengguna internet umum bahwa penggugat telah melanggar hak cipta pihak ketiga, dan hanya menggunakan video milik penggugat dalam batas yang diperlukan untuk tujuan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Lebih jauh lagi, video pengirim dalam kasus ini hanya menggunakan sekitar 3% dari total video milik penggugat, tidak ada dampak negatif terhadap keuntungan ekonomi penggugat, dan sumber video milik penggugat juga telah dijelaskan. Oleh karena itu, terdakwa berpendapat bahwa tindakan pengunggahan dalam kasus ini adalah penggunaan yang sah dan sesuai dengan praktek yang adil, dan oleh karena itu merupakan kutipan yang sah.<\/p>\n\n\n\n<p>(Argumen Penggugat)<\/p>\n\n\n\n<p>Penggugat membantah tujuan tindakan pengunggahan dalam kasus ini yang diajukan oleh terdakwa.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan kata lain, jika tujuannya memang untuk kritik, seharusnya cukup untuk mengutip hanya bagian dari video penggugat yang melanggar hak cipta orang lain dalam video pengirim dalam kasus ini, dan tidak perlu menggunakan bagian yang tidak berhubungan dengan pelanggaran hak cipta orang lain. Selain itu, penggugat berpendapat bahwa seharusnya bisa menggunakan metode yang lebih mudah, seperti menghubungi penggugat, bukan mengunggah video seperti dalam kasus ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Kemudian, penggugat melanjutkan argumennya sebagai berikut.<\/p>\n\n\n\n<p>Pertama-tama, video pengirim dalam kasus ini hanyalah hasil penggabungan video milik penggugat, dan tidak bisa disebut sebagai &#8220;kutipan&#8221;. Jelas bahwa hubungan antara video pengirim dalam kasus ini dan video milik penggugat, yang merupakan &#8220;karya kutipan&#8221;, tidak jelas.<\/p>\n\n\n\n<p>Lebih lanjut, video pengirim dalam kasus ini berpotensi mengurangi permintaan untuk menonton video milik penggugat secara berbayar, sehingga tindakan pengunggahan dalam kasus ini tidak dapat dikatakan dilakukan dalam batas yang sah dan sesuai dengan praktek yang adil, dan tidak ada ruang untuk dianggap sebagai kutipan yang sah.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Keputusan_Pengadilan\"><\/span>Keputusan Pengadilan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n\n\n\n<p>Pengadilan mengakui bahwa hak cipta penggugat telah dilanggar oleh tindakan pengunggahan dalam kasus ini, dan dalam hal apakah dapat dikatakan tidak ada pelanggaran karena merupakan kutipan yang sah, pengadilan mempertimbangkan apakah tujuan kritik yang diajukan oleh terdakwa dapat dikatakan sebagai &#8220;penggunaan dalam batas yang sah&#8221; (Pasal 32 Ayat 1 Undang-Undang Hak Cipta Jepang), dan memberikan keputusan sebagai berikut, menolak argumen terdakwa.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote\">\n<p>Untuk menunjukkan fakta bahwa lagu dalam kasus ini digunakan dalam video milik penggugat, cukup dengan menggunakan bagian yang menggunakan lagu tersebut atau sebagian darinya. Bahkan dengan mempertimbangkan isi bagian awal, tidak perlu menggunakan bagian awal untuk menunjukkan fakta bahwa lagu dalam kasus ini digunakan dalam video milik penggugat, dan tidak dapat diterima bahwa bagian awal diperlukan untuk memahami latar belakang bagian lagu dalam hubungan dengan penunjukan fakta tersebut. Oleh karena itu, bahkan jika kita mengakui bahwa pengirim dalam kasus ini memiliki tujuan kritik yang diajukan oleh terdakwa, tidak ada ruang untuk mengatakan bahwa penggunaan video milik penggugat dalam video pengirim dalam kasus ini, termasuk bagian awal, adalah &#8220;penggunaan dalam batas yang sah&#8221; dalam hubungan dengan tujuan tersebut.<\/p>\n<cite> Putusan Pengadilan Distrik Tokyo, 20 Juli 2017 (Tahun 29 Era Heisei \/ 2017 Masehi) <\/cite><\/blockquote>\n\n\n\n<p>Dengan kata lain, pengadilan menolak argumen terdakwa bahwa meskipun mempertimbangkan tujuan kritik yang diajukan oleh terdakwa, video pengirim dalam kasus ini tidak dapat dikatakan sebagai penggunaan minimal yang diperlukan, dan tidak dapat diakui sebagai &#8220;penggunaan dalam batas yang sah&#8221; dalam konteks tujuan kutipan, dan oleh karena itu tidak diakui sebagai kutipan yang sah.<\/p>\n\n\n\n<p>Kemudian, pengadilan memerintahkan terdakwa, yang merupakan penyedia layanan internet, untuk mengungkapkan informasi pengirim.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan ini, penggugat dapat mengajukan tuntutan ganti rugi kepada pengirim dalam kasus ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Artikel terkait: <a href=\"https:\/\/monolith.law\/reputation\/fc2-blog-specific-slander\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Apakah mungkin untuk mengungkapkan alamat IP di FC2 Blog dan mengidentifikasi individu?[ja]<\/a><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Contoh_Kasus_Hukum_Mengenai_Kutipan_Video_Melalui_Penanaman_Link\"><\/span>Contoh Kasus Hukum Mengenai Kutipan Video Melalui Penanaman Link<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/monolith.law\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/shutterstock_98162453.png\" alt=\"Contoh Kasus Hukum Mengenai Kutipan Video Melalui Penanaman Link\" class=\"wp-image-52547\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Apakah tindakan menempelkan URL video (misalnya, mengutip video melalui penanaman link) tanpa mengedit atau menggunakan video orang lain dapat dikatakan sebagai &#8220;kutipan&#8221; yang sah?<\/p>\n\n\n\n<p>Di sini, kami akan memperkenalkan contoh kasus hukum di mana legalitas kutipan video melalui penanaman link dipertanyakan (putusan Pengadilan Distrik Osaka, 20 Juni 2013 (Tahun 2013 dalam Kalender Gregorian)).<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam kasus di mana terdakwa menempelkan link tanpa izin ke video (disebut &#8220;video dalam kasus ini&#8221;) yang diunggah secara ilegal ke Nico Nico Video dan di mana penggugat adalah penulis, di situs &#8220;Rocket News 24&#8221; yang dioperasikan oleh terdakwa sendiri (disebut &#8220;situs dalam kasus ini&#8221;), pengadilan menunjukkan bahwa tindakan terdakwa tersebut tidak dapat dianggap sebagai pelanggaran hak transmisi publik.<\/p>\n\n\n\n<p>Alasannya adalah sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Ketika tombol putar video dalam kasus ini yang diunggah ke situs dalam kasus ini ditekan, video dalam kasus ini dikirim langsung ke penonton dari server Nico Nico Video tanpa melalui server situs dalam kasus ini, sehingga tidak termasuk dalam &#8220;pemungkinkan transmisi&#8221; atau &#8220;transmisi publik yang dipandu&#8221;<\/li>\n\n\n\n<li>Video dalam kasus ini telah diunggah secara ilegal, tetapi hal ini tidak jelas berdasarkan konten dan formatnya, dan terdakwa telah segera menghapus link setelah menerima protes dari penggugat, sehingga tidak membantu pelanggaran hak cipta oleh pihak ketiga<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Dengan kata lain, dalam kasus ini, bahkan sebelum menentukan apakah ini termasuk dalam &#8220;kutipan&#8221; yang secara luar biasa sah, diputuskan bahwa tidak ada tindakan ilegal pelanggaran hak cipta oleh terdakwa.<\/p>\n\n\n\n<p>Artikel terkait: <a href=\"https:\/\/monolith.law\/corporate\/website-link-url-copyright#%E3%83%AA%E3%83%B3%E3%82%AF%E3%81%A8%E8%91%97%E4%BD%9C%E6%A8%A9%E6%B3%95:~:text=%E3%81%8C%E3%81%82%E3%82%8A%E3%81%BE%E3%81%99%E3%80%82-,%E3%83%AA%E3%83%B3%E3%82%AF%E3%81%A8%E8%91%97%E4%BD%9C%E6%A8%A9%E6%B3%95%C2%A0,-%E3%83%AA%E3%83%B3%E3%82%AF%E3%82%92%E5%BC%B5%E3%82%8B\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Apakah OK untuk Menempelkan Link ke Halaman Web Orang Lain Tanpa Izin? Penjelasan tentang Hak Cipta Link[ja]<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Meskipun tidak diakui dalam kasus ini, perlu diperhatikan bahwa meskipun kutipan video melalui penanaman link tidak melanggar hak transmisi publik, masih ada kemungkinan melanggar hak moral penulis (hak publikasi dan hak untuk menampilkan nama).<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Poin-Poin_Penting_Saat_Mengutip_Video_YouTube\"><\/span>Poin-Poin Penting Saat Mengutip Video YouTube<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/monolith.law\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/shutterstock_793658065.png\" alt=\"Poin-Poin Penting Saat Mengutip Video YouTube\" class=\"wp-image-52542\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>YouTube, dalam syarat dan ketentuannya, meminta pengunggah video untuk memberikan lisensi penggunaan video secara gratis kepada pengguna lain yang menggunakan YouTube.<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu, selama Anda menggunakan video dengan cara yang ditentukan oleh YouTube, Anda dianggap telah mendapatkan izin dari pemegang hak cipta yang mengunggah video tersebut, dan ini tidak akan dianggap sebagai pelanggaran hak cipta (dan hak moral penulis).<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk metode pengutipan yang ditentukan oleh YouTube, silakan lihat situs berikut.<\/p>\n\n\n\n<p>Situs terkait: <a href=\"https:\/\/support.google.com\/youtube\/answer\/171780?hl=id\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Menyematkan Video dan Daftar Putar<\/a><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Ketika_Mengutip_Video_YouTube_yang_Mengandung_Karya_Musik_yang_Dikelola_oleh_JASRAC\"><\/span>Ketika Mengutip Video YouTube yang Mengandung Karya Musik yang Dikelola oleh JASRAC<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Jika video YouTube mengandung karya musik yang dikelola oleh organisasi manajemen hak cipta seperti Japanese Society for Rights of Authors, Composers and Publishers (JASRAC), Anda harus mendapatkan izin dari JASRAC terlebih dahulu, dengan syarat tertentu.<\/p>\n\n\n\n<p>Anda dapat memeriksa apakah suatu karya dikelola oleh JASRAC atau tidak dengan mencarinya di basis data pencarian karya yang disebut &#8220;J-WID&#8221;. Silakan lihat situs berikut.<\/p>\n\n\n\n<p>Situs terkait: <a href=\"https:\/\/www2.jasrac.or.jp\/eJwid\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Database Informasi Karya JASRAC[ja]<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, untuk informasi tentang kapan Anda perlu mendapatkan izin khusus dan cara mendapatkannya, silakan lihat penjelasan di situs JASRAC berikut.<\/p>\n\n\n\n<p>Situs terkait: <a href=\"https:\/\/www.jasrac.or.jp\/info\/network\/pickup\/movie.html\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Penggunaan Musik dalam Layanan Pengunggahan (Berbagi) Video[ja]<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Efek_Hukum_dari_Ketentuan_Larangan_Pengutipan_Pencabutan_Tanpa_Izin\"><\/span>Efek Hukum dari Ketentuan Larangan Pengutipan (Pencabutan Tanpa Izin)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/monolith.law\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/shutterstock_1897317643.png\" alt=\"Ketentuan Larangan Pengutipan\" class=\"wp-image-52540\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Apakah ketentuan larangan pencabutan tanpa izin pada video yang dikutip akan menghilangkan pengakuan sebagai &#8220;Pengutipan&#8221; menurut Pasal 32 dari Hukum Hak Cipta Jepang?<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk menyimpulkan, ketentuan larangan pencabutan tanpa izin tidak memiliki makna hukum. Meskipun ada ketentuan seperti itu, selama memenuhi syarat &#8220;Pengutipan&#8221; menurut Hukum Hak Cipta Jepang, itu adalah sah.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, apakah memenuhi syarat &#8220;Pengutipan&#8221; atau tidak bisa sulit untuk ditentukan, jadi sebaiknya konsultasikan dengan pengacara sebanyak mungkin.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesimpulan_Jika_Anda_Mengalami_Masalah_Hak_Cipta_di_Internet_Silakan_Konsultasikan_dengan_Pengacara\"><\/span>Kesimpulan: Jika Anda Mengalami Masalah Hak Cipta di Internet, Silakan Konsultasikan dengan Pengacara<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>&#8220;Kutipan&#8221; diizinkan untuk melindungi karya budaya seperti karya cipta, sambil menggunakan karya cipta secara adil dan lancar, dan berkontribusi pada perkembangan budaya, sesuai dengan tujuan sistem hak cipta.<\/p>\n\n\n\n<p>Dari contoh yang telah disebutkan sebelumnya, jika Anda hanya menanamkan tautan video ke situs web atau SNS Anda, risiko hukumnya cukup rendah.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, jika Anda menggunakan video dengan cara mengunggah ulang atau mengeditnya, ada kemungkinan ini akan melanggar hak cipta, sehingga perlu untuk mempertimbangkan secara individual apakah ada batasan hak seperti &#8220;kutipan&#8221; pada hak cipta.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain kutipan video, kami juga menjelaskan secara detail tentang kutipan dokumen dan gambar dalam artikel berikut.<\/p>\n\n\n\n<p>Artikel terkait: <a href=\"https:\/\/monolith.law\/corporate\/copyright-law-ng-text-image\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Contoh Kasus di mana &#8216;Kutipan&#8217; dianggap Melanggar &#8216;Hukum Hak Cipta&#8217; (Edisi Teks dan Gambar)[ja]<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Karena kondisi kutipan ditentukan dengan ketat, seringkali sulit untuk menentukan apakah ini merupakan pelanggaran hak cipta atau tidak. Silakan konsultasikan dengan pengacara yang berpengalaman.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Panduan_Strategi_dari_Kantor_Kami\"><\/span>Panduan Strategi dari Kantor Kami<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Kantor Hukum Monolith adalah kantor hukum yang memiliki keahlian tinggi dalam IT, khususnya internet dan hukum. Dalam beberapa tahun terakhir, hak kekayaan intelektual yang berkaitan dengan hak cipta telah menarik perhatian, dan kebutuhan untuk pengecekan hukum semakin meningkat. Kantor kami menyediakan solusi terkait hak kekayaan intelektual. Detailnya dijelaskan dalam artikel di bawah ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Bidang yang ditangani oleh Kantor Hukum Monolith: <a href=\"https:\/\/monolith.law\/practices\/itlaw\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Hukum IT dan Kekayaan Intelektual untuk berbagai perusahaan[ja]<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Setiap hari, banyak video diunggah ke platform video seperti YouTube, menarik perhatian banyak orang. Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan video orang lain melalui berbagai media juga telah menin [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":32,"featured_media":62992,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[17],"tags":[21,22],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/monolith.law\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/61087"}],"collection":[{"href":"https:\/\/monolith.law\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/monolith.law\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/monolith.law\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/32"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/monolith.law\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=61087"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/monolith.law\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/61087\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":62993,"href":"https:\/\/monolith.law\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/61087\/revisions\/62993"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/monolith.law\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/62992"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/monolith.law\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=61087"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/monolith.law\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=61087"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/monolith.law\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=61087"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}