{"id":72317,"date":"2025-03-21T23:11:15","date_gmt":"2025-03-21T14:11:15","guid":{"rendered":"https:\/\/monolith.law\/id\/?p=72317"},"modified":"2025-04-09T18:53:53","modified_gmt":"2025-04-09T09:53:53","slug":"e-sports-management-structure-legal-benefits","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/monolith.law\/id\/general-corporate\/e-sports-management-structure-legal-benefits","title":{"rendered":"Kerangka Hukum dan Manajemen dalam e-Sports"},"content":{"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pembentukan Sistem Lisensi Profesional<\/h2>\n\n\n\n<p>Japanese e-Sports Union (JeSU) telah membentuk sistem lisensi profesionalnya sendiri dengan tujuan untuk mempromosikan penyebaran e-sports dan meningkatkan status para pemain. <br>Sistem lisensi ini bertujuan untuk menyelesaikan masalah yang ada terkait regulasi di bawah Japanese Act on Premiums and Representations (\u666f\u54c1\u8868\u793a\u6cd5) dengan mengkategorikan hadiah turnamen sebagai &#8220;kompensasi&#8221;.<\/p>\n\n\n\n<p>Per Juni 2019, JeSU telah menetapkan tiga jenis lisensi: Japanese e-Sports Pro License, Japanese e-Sports Junior License, dan Japanese e-Sports Team License.<\/p>\n\n\n\n<p>Judul kompetisi resmi yang menjadi subjek lisensi ini mencakup Winning Eleven 2019, Call of Duty: Black Ops 4, Street Fighter V Arcade Edition, Tekken 7, Puzzle &amp; Dragons, Puyo Puyo, Monster Strike, Rainbow Six Siege, Guilty Gear Xrd Rev 2, BlazBlue Central Fiction, dan BlazBlue Cross Tag Battle.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Perubahan dan Kondisi Terkini Struktur Organisasi di Dalam Negeri<\/h2>\n\n\n\n<p>JeSU, yang mengelola sistem lisensi ini, didirikan pada Februari 2018 melalui restrukturisasi besar organisasi. <br> Tiga organisasi yang sebelumnya beroperasi secara terpisah, yaitu Asosiasi e-Sports Jepang (JeSPA), Federasi e-Sports Jepang (JeSF), dan Organisasi Promosi e-Sports, digabungkan. Sebelum penggabungan, masing-masing organisasi ini secara independen menyelenggarakan turnamen e-sports dan melakukan kegiatan promosi.<\/p>\n\n\n\n<p>JeSU bertujuan utama untuk mengembangkan pemain e-sports dan meningkatkan status sosial mereka. Selain mengelola sistem lisensi profesional yang telah disebutkan, JeSU juga berupaya untuk bergabung dengan Komite Olimpiade Jepang (JOC).<\/p>\n\n\n\n<p>Memasuki tahun 2019, terlihat perkembangan baru seperti pendirian Asosiasi Promosi e-Sport Jepang (Mei 2019) dan rencana dimulainya kegiatan Asosiasi e-Sports Amatir Jepang. <br> Ke depan, perhatian tertuju pada pembagian peran masing-masing organisasi ini dan organisasi mana yang akan berfungsi sebagai badan pengelola utama yang sesungguhnya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Sistem Manajemen dan Pengembangan Internasional<\/h2>\n\n\n\n<p>Pergerakan Jepang ini sejalan dengan tren internasional. <br> Sebagai organisasi inti yang bertanggung jawab atas manajemen dan operasional internasional e-sports, terdapat Federasi e-Sports Internasional (IeSF). <br> Sejak didirikan pada tahun 2008, IeSF berkantor pusat di Busan, Korea Selatan, dan per Agustus 2019, telah memiliki anggota dari 54 negara dan wilayah.<\/p>\n\n\n\n<p>IeSF memiliki misi untuk menetapkan e-sports sebagai olahraga internasional yang melampaui batasan budaya dan bahasa, serta mendorong pengesahan turnamen internasional dan pengembangan peraturan kompetisi. <br> Selain itu, IeSF juga berupaya untuk mendapatkan pengakuan sebagai Federasi Olahraga Internasional (IF) oleh Komite Olimpiade Internasional (IOC) dengan tujuan agar e-sports dapat diadopsi sebagai cabang olahraga Olimpiade.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, terkait sistem lisensi domestik, terdapat kekhawatiran bahwa kesempatan beraktivitas bagi pemain dari judul yang tidak diakui akan terbatas, karena judul yang diakui sebagai subjek lisensi sangat terbatas. <br> Diperlukan evaluasi dan diskusi berkelanjutan mengenai kebutuhan dan efektivitas sistem ini.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pembentukan Sistem Lisensi Profesional Japanese e-Sports Union (JeSU) telah membentuk sistem lisensi profesionalnya sendiri dengan tujuan untuk mempromosikan penyebaran e-sports dan meningkatkan statu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":32,"featured_media":72380,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[18],"tags":[25,24],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/monolith.law\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/72317"}],"collection":[{"href":"https:\/\/monolith.law\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/monolith.law\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/monolith.law\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/32"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/monolith.law\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=72317"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/monolith.law\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/72317\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":72381,"href":"https:\/\/monolith.law\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/72317\/revisions\/72381"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/monolith.law\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/72380"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/monolith.law\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=72317"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/monolith.law\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=72317"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/monolith.law\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=72317"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}