{"id":72335,"date":"2025-03-21T23:11:15","date_gmt":"2025-03-21T14:11:15","guid":{"rendered":"https:\/\/monolith.law\/id\/?p=72335"},"modified":"2025-04-09T19:05:45","modified_gmt":"2025-04-09T10:05:45","slug":"protecting-identity-e-sports-teams-intellectual-property-rights","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/monolith.law\/id\/general-corporate\/protecting-identity-e-sports-teams-intellectual-property-rights","title":{"rendered":"Perlindungan Identitas Tim eSports melalui Hak Kekayaan Intelektual"},"content":{"rendered":"\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_53 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/monolith.law\/id\/general-corporate\/protecting-identity-e-sports-teams-intellectual-property-rights\/#Memastikan_Efektivitas_Perlindungan_Identifikasi\" title=\"Memastikan Efektivitas Perlindungan Identifikasi\">Memastikan Efektivitas Perlindungan Identifikasi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/monolith.law\/id\/general-corporate\/protecting-identity-e-sports-teams-intellectual-property-rights\/#Langkah_Perlindungan_Hukum_Lainnya\" title=\"Langkah Perlindungan Hukum Lainnya\">Langkah Perlindungan Hukum Lainnya<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/monolith.law\/id\/general-corporate\/protecting-identity-e-sports-teams-intellectual-property-rights\/#Praktik_Perlindungan_Hukum_Melalui_Pendaftaran_Merek_Dagang\" title=\"Praktik Perlindungan Hukum Melalui Pendaftaran Merek Dagang\">Praktik Perlindungan Hukum Melalui Pendaftaran Merek Dagang<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/monolith.law\/id\/general-corporate\/protecting-identity-e-sports-teams-intellectual-property-rights\/#Kerangka_Perlindungan_Hukum_untuk_Identifikasi_Visual\" title=\"Kerangka Perlindungan Hukum untuk Identifikasi Visual\">Kerangka Perlindungan Hukum untuk Identifikasi Visual<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/monolith.law\/id\/general-corporate\/protecting-identity-e-sports-teams-intellectual-property-rights\/#Poin_Penting_dalam_Praktik_Penentuan_dan_Penggunaan_Identifikasi\" title=\"Poin Penting dalam Praktik Penentuan dan Penggunaan Identifikasi\">Poin Penting dalam Praktik Penentuan dan Penggunaan Identifikasi<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Memastikan_Efektivitas_Perlindungan_Identifikasi\"><\/span>Memastikan Efektivitas Perlindungan Identifikasi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Perlindungan identifikasi dalam industri e-sports semakin penting seiring dengan pertumbuhan pasar. <br>Organisasi pengelola yang telah memperoleh hak disarankan untuk berupaya mendeteksi penggunaan tanpa izin secara dini melalui survei pasar rutin dan pemantauan internet. <br>Untuk penggunaan tanpa izin yang ditemukan, perlu dipertimbangkan tindakan yang tepat seperti pengiriman surat peringatan atau pelaksanaan proses hukum sesuai dengan situasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, saat menegakkan hak, penting untuk mempertimbangkan hubungan dengan komunitas penggemar. Terutama untuk penggunaan non-komersial atau penggunaan dengan tujuan mendukung, fleksibilitas dalam respons dapat dipertimbangkan sebagai salah satu opsi. <br>Untuk mewujudkan perlindungan hak yang efektif seperti ini, pemilihan sarana perlindungan hukum yang tepat menjadi penting.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Langkah_Perlindungan_Hukum_Lainnya\"><\/span>Langkah Perlindungan Hukum Lainnya<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Meskipun tidak memiliki pendaftaran merek dagang, tanda pengenal yang telah dikenal luas di antara konsumen dapat dilindungi sebagai &#8220;indikasi barang, dan lain-lain&#8221; yang diatur dalam Pasal 2 Ayat 1 Nomor 1 dan 2 Undang-Undang Pencegahan Persaingan Tidak Sehat Jepang (1993).<br>Perlindungan ini memerlukan pemenuhan persyaratan seperti tingkat pengenalan dan potensi kebingungan, namun menawarkan perlindungan yang lebih fleksibel dibandingkan dengan pendaftaran merek dagang.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, untuk logo atau karakter maskot, organisasi pengelola sebagai pemegang hak cipta dapat melakukan penegakan hak berdasarkan Pasal 112 hingga 114 Undang-Undang Hak Cipta Jepang (1970) dan Pasal 709 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Jepang (1896).<br>Perlindungan melalui hak cipta ditujukan pada ekspresi yang memiliki kreativitas, dan hak ini muncul tanpa perlu pendaftaran, yang merupakan perbedaan utama dengan hak merek dagang.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Praktik_Perlindungan_Hukum_Melalui_Pendaftaran_Merek_Dagang\"><\/span>Praktik Perlindungan Hukum Melalui Pendaftaran Merek Dagang<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Banyak tim olahraga profesional melakukan pendaftaran merek dagang berdasarkan Pasal 3 Ayat 1 Undang-Undang Merek Dagang Jepang (Trademark Law) untuk perlindungan hak yang lebih pasti. <br>Dengan pendaftaran ini, organisasi pengelola yang menjadi pemegang hak merek dagang memperoleh hak untuk menggunakan tanda tersebut secara eksklusif. <br>Hal ini memungkinkan mereka untuk menggunakan hak untuk mengajukan tuntutan penghentian penggunaan dan tuntutan ganti rugi berdasarkan Pasal 36 Undang-Undang Merek Dagang Jepang dan Pasal 709 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Jepang (Civil Code) terhadap pengguna tanpa izin, serta mengurangi beban pembuktian melalui ketentuan perkiraan jumlah kerugian dalam Pasal 38 Undang-Undang Merek Dagang Jepang. <br>Selain itu, hak juga dapat digunakan terhadap tanda yang serupa (Pasal 37 Undang-Undang Merek Dagang Jepang).<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, efektivitas hak merek dagang terbatas pada lingkup barang dan jasa yang ditentukan, dan pelanggaran hak hanya terjadi dalam kasus penggunaan yang bersifat merek dagang. <br>Misalnya, penggunaan nama tim saat memberikan ulasan tentang pemain di internet biasanya tidak dianggap sebagai pelanggaran hak.<\/p>\n\n\n\n<p>Saat mempertimbangkan pendaftaran merek dagang, penting untuk memilih barang dan jasa yang tepat dengan mempertimbangkan pengembangan bisnis di masa depan. <br>Misalnya, dalam kasus tim e-sports, perlu mempertimbangkan perlindungan hak yang komprehensif tidak hanya untuk produk dan layanan terkait game, tetapi juga untuk produk pakaian dan penyelenggaraan acara.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kerangka_Perlindungan_Hukum_untuk_Identifikasi_Visual\"><\/span>Kerangka Perlindungan Hukum untuk Identifikasi Visual<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Pentingnya perlindungan hukum semacam ini muncul dari karakteristik industri e-sports.<br>Di industri e-sports, kegiatan yang menggunakan identifikasi visual khusus organisasi berkembang di sekitar tim profesional.<br>Secara khusus, terdapat contoh penggunaan nama panggilan (nama pemain) sebagai pengganti nama asli dalam kegiatan pemasaran pemain, atau penggunaan logo tim dalam pengembangan produk.<\/p>\n\n\n\n<p>Terutama dalam beberapa tahun terakhir, seiring dengan meningkatnya jumlah pemain e-sports, popularitas tim dan pemain juga meningkat, dan pasar untuk produk terkait menunjukkan tren ekspansi.<br>Hak kekayaan intelektual ini merupakan hasil dari kegiatan kreatif organisasi, dan penggunaan tanpa izin dapat menyebabkan kerugian ekonomi, sehingga perlindungan yang tepat sangat diperlukan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Poin_Penting_dalam_Praktik_Penentuan_dan_Penggunaan_Identifikasi\"><\/span>Poin Penting dalam Praktik Penentuan dan Penggunaan Identifikasi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Ketika organisasi mengadopsi identifikasi baru, penting untuk menyelidiki terlebih dahulu potensi konflik dengan hak merek dagang Jepang yang sudah ada atau tanda pengenal yang dikenal luas. <br>Jika penyelidikan tidak memadai, ada kemungkinan timbulnya risiko seperti tuntutan penghentian karena pelanggaran hak. <br>Khususnya dalam bidang e-sports, karena aktivitas internasional adalah hal yang umum, perlu juga untuk memeriksa status hak di luar negeri.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, ketika mempercayakan pembuatan logo dan sejenisnya kepada pihak eksternal, perlu untuk menjelaskan dengan jelas dalam kontrak mengenai kepemilikan hak cipta dan cakupan izin penggunaan. <br>Secara spesifik, sebaiknya dilakukan pengaturan rinci mengenai cakupan pengalihan hak cipta, kemungkinan penggunaan kembali, dan cakupan penggunaan eksklusif.<\/p>\n\n\n\n<p>Terkait nama aktivitas pemain, dengan menetapkan secara jelas dalam kontrak manajemen mengenai pencipta nama, kondisi penggunaan, dan penanganan setelah kontrak berakhir, dapat mencegah perselisihan di masa depan. <br>Khususnya, penting untuk membentuk kesepakatan yang jelas sebelumnya mengenai hak penggunaan nama pemain setelah transfer atau pensiun.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Memastikan Efektivitas Perlindungan Identifikasi Perlindungan identifikasi dalam industri e-sports semakin penting seiring dengan pertumbuhan pasar. Organisasi pengelola yang telah memperoleh hak disa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":32,"featured_media":72394,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[18],"tags":[25,24],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/monolith.law\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/72335"}],"collection":[{"href":"https:\/\/monolith.law\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/monolith.law\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/monolith.law\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/32"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/monolith.law\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=72335"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/monolith.law\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/72335\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":72350,"href":"https:\/\/monolith.law\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/72335\/revisions\/72350"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/monolith.law\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/72394"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/monolith.law\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=72335"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/monolith.law\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=72335"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/monolith.law\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=72335"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}